Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Wali Kota Semarang Agustina Dorong Penanaman 10.000 Mangrove untuk Selamatkan Pesisir

menggencarkan aksi penyelamatan lingkungan melalui program penanaman 10.000 pohon mangrove di wilayah pesisir. (ist)

SEMARANG — Wali Kota Semarang Agustina terus menggencarkan aksi penyelamatan lingkungan melalui program penanaman 10.000 pohon mangrove di wilayah pesisir. 


Program ini menjadi wujud nyata kepedulian Pemkot terhadap kelestarian ekosistem pantai sekaligus peringatan Hari Pramuka ke-64 yang digelar di Tugurejo, Kamis 14 Agustus 2025.


Mengusung tema “Literasi Mangrove”, kegiatan ini tidak hanya fokus pada penanaman, tetapi juga mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga dan memulihkan pesisir. 


Para ahli mangrove hadir memberikan bimbingan teknis, sementara Agustina mengajak generasi muda, terutama anggota Pramuka, untuk ikut aktif melestarikan alam.


"Kita lakukan literasi kepada anak-anak Pramuka, mengenalkan mereka pada mangrove. Harapannya, setelah ini mereka bisa mencari informasi lebih dalam, bahkan ikut menanam kembali," ujar Agustina.

Dalam tahap awal, pemerintah telah memesan 4.000 bibit mangrove yang akan ditanam pada akhir Agustus. Jumlah tersebut akan terus bertambah hingga mencapai target 10.000 pohon pada akhir September. 


Menurut Agustina, keberadaan mangrove sangat penting untuk mencegah abrasi, intrusi air laut, dan menyediakan habitat alami bagi fauna pesisir.


Jenis mangrove yang akan ditanam meliputi Rhizophora mucronata (bakau) dan Avicennia marina (api-api putih). Selain berperan besar dalam menjaga lingkungan, kedua jenis ini juga memiliki nilai ekonomi. 


Avicennia marina dapat diolah menjadi tepung, sedangkan bakau bisa dimanfaatkan sebagai pewarna alami, sehingga memberi peluang tambahan bagi perekonomian masyarakat pesisir.


Dengan langkah ini, Pemkot Semarang berharap ekosistem pantai tetap terjaga sekaligus membuka potensi ekonomi hijau berbasis kelestarian alam.(SUL)

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube