SALATIGA — Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya Ormas, untuk terus menjaga Salatiga sebagai kota yang damai dan toleran.
Hal ini Ia sampaikan saat Audiensi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) di Ruang Kaloka Setda Kota Salatiga, Kamis 31 Juli 2025.
Mengusung tema "Menjaga Salatiga sebagai Kota Tertoleran untuk mewujudkan Visi Misi Kota Salatiga BEDA (Bergerak, Energik, Dinamis, dan Adaptif) menuju Salatiga yang Mendunia", audiensi ini dihadiri Forkopimda, dan perwakilan Ormas yang hadir.
Disampaikan Wali Kota, peran Ormas sangat strategis.
"Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013, Ormas memiliki tujuan mulia, yakni meningkatkan partisipasi masyarakat, menjaga nilai agama, membangun solidaritas sosial, dan memperkuat persatuan bangsa," kata Robby Hernawan.
Ormas, lanjut dia, menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang toleran, adil, dan damai.
ruang untuk narasi-narasi yang memecah belah
"Jangan beri ruang untuk narasi-narasi yang memecah belah, jangan biarkan eksklusivitas dan arogansi tumbuh dalam ruang sosial kita. Mari kita rawat keberagaman ini sebagai warisan luhur dan pondasi masa depan Salatiga," tegasnya.
Ia menerangkan, jika kegiatan ini merupakan wadah silaturahmi, dialog, dan pertukaran gagasan antara Pemkot, Forkopimda, serta para tokoh masyarakat yang berperan penting dalam pembangunan Kota Salatiga.
Robby menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pegiat Ormas yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan terus menjadi pilar kehidupan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat dalam upaya membangun Kota Salatiga.
Robby dengan bangga menyampaikan bahwa Salatiga kembali mencatatkan sejarah membanggakan dengan meraih peringkat pertama Kota Tertoleran se-Indonesia dari SETARA Institute untuk penilaian tahun 2024. Prestasi ini merupakan kali kedelapan berturut-turut Salatiga masuk dalam tiga besar nasional.
Kehidupan yang majemuk ini, diakuinya, bukanlah hal yang mudah dirawat, namun dengan semangat gotong royong, saling menghargai dan kehadiran para tokoh agama serta organisasi kemasyarakatan.
"Kita mampu menjadikannya kekuatan sosial yang luar biasa," jelas Robby.