SEMARANG — Telkom Indonesia berencana merampingkan 60 anak perusahaan menjadi sekitar 20 entitas guna membentuk holding strategis.
Langkah ini ditempuh untuk mempercepat pertumbuhan, meningkatkan nilai perusahaan, dan menyederhanakan struktur.
Komisaris Independen Telkom Indonesia, Rizal Mallarangeng, menyampaikan bahwa transformasi ini merupakan upaya menghadapi tantangan masa depan sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.
“PT Telkom yang selama ini sudah sukses harus beradaptasi. Struktur organisasi ke depan juga harus berubah,” ujar Rizal saat menutup pelatihan jurnalistik di kantor PT Telkom Regional 4 Jateng-DIY, Semarang, Kamis 2 Oktober 2025
Ia menjelaskan, konsep holding strategis tersebut masih dalam tahap perumusan dan pendalaman.
Nantinya, holding akan membawahi perusahaan operasional yang menangani bisnis di lapangan.
“Akan kita coba, tapi kita gagas dulu konsepnya. Sekarang masih pendalaman,” katanya. Menurut dia, transformasi tidak boleh dilakukan tergesa-gesa dan harus dipikirkan matang.
Rizal juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi. Sebagai satu-satunya BUMN di sektor telekomunikasi, Telkom dituntut terus beradaptasi agar tetap kompetitif di ekosistem digital.
Ia mencontohkan perjalanan Telkom dari layanan kabel telepon, kemudian masuk ke sektor mobile melalui Telkomsel, beralih dari tembaga ke fiber optik, hingga menghadirkan layanan internet melalui IndiHome.
“Teknologi selalu berubah, dan Telkom bisa beradaptasi dengan baik karena sudah melewati masa transformasi berkali-kali,” ujarnya.
Saat ini, pendapatan Telkom mencapai Rp150 triliun per tahun dengan laba bersih sekitar Rp23 triliun.