SALATIGA — Kabar terbaru dari kasus korban Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN). Puluhan korban koperasi BLN yang datang dari berbagai daerah ini akhirnya bisa masuk ke rumah Nicho, Kamis 2 Oktober 2025.
Tercatat, sudah 3 hari tiga malam tua muda, pria dan wanita menempati garasi rumah yang berhasil dibuka paksa korban BLN hingga terlelap tidur. Mereka bergantian 'nyanggong' rumah pribadi Nicholas Nyoto Prasetyo di Jalan Merdeka Selatan Salatiga,
Meski masih dikawal ketat pihak Kepolisian baik Polsek Sidorejo hingga Polres Salatiga, para korban harus menelan pil pahit karena rumah dalam keadaan kosong tak ada penghuni.
"Kemarin Kamis 2 Oktober 2025 sejumlah korban dan Polisi masuk ke dalam rumah, tapi yang dicari tidak ada. Kondisi rumah hanya barang-barang dan perabot rumah tangga tertata rapi," ujar seorang korban, yang berhasil masuk ke dalam rumah Nicho enggan namanya tertera di media.
Rasa kecewa terpancar dari para korban, yang tak sedikit rela datang menempuh ratusan kilometer berbagai daerah di Indonesia dengan tujuan satu, uang mereka kembali.
"Saya dari Surabaya, nyetir sendiri menggunakan mobil. Janji Nicho melalui YouTube dan surat akan 'klunting' tanggal 30 September 2025 kemarin. Ternyata, lagi-lagi Nicho berbohong," ungkap Subagio.
Hingga Jumat 3 Oktober 2025, para korban bahkan ada yang menginap di garasi rumah Nicho. Terlihat pula, sejumlah sajian ala kadarnya menemi para korban yang berharap besar uang mereka kembali 100 persen.
"Tolong Nicho kamu jangan kabur-kaburan lagi. Kami sudah tidak memiliki apa pun lagi untuk melanjutkan hidup, tiap hari pihak bank datang ke rumah. Lihat ini, banyak yang menjadi korban kamu, mana janji kamu. Kalau anda punya hati nurani datanglah Pak Nicho," ungkap seorang korban lainnya, asal Semarang.
Dari pantauan, para korban mencoba menjelajahi sudut demi sudut rumah Nicho. Terlihat pula satu aquarium berisi ikam marwan, yang entah sumber makanannya dari mana namun masih berenang cantik dan tenang.
Mereka juga menemukan meja kerja Nicho yang tertata apik, lengkap dengan satu perangkat PC komputer. Bagian dalam rumah Nicho yang didominasi warna coklat dengan furniture jati itu, tak terlihat tanda-tanda kehidupan.