Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Tanggul Setinggi 4 Meter Longsor di Mugassari Semarang, Akses Jalan Warga Tertutup Tanah

Alat berat dikerahkan untuk membersihkan sisa lingsor yang menutup akses jalan Gergaji Balekambang X Mugasari Kota Semarang. (Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Sebuah tanggul tanah setinggi sekitar empat meter di kawasan Jalan Gergaji Balekambang 10, RT 4 RW 7, Kelurahan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, ambrol dan menutup akses jalan warga pada Minggu 26 Oktober 2025 sore sekitar pukul 17.00 WIB.


Tanggul tersebut merupakan tanah kosong milik Sukarno (80) yang berada tepat di depan rumahnya. Longsoran tanah dengan luas sekitar 56 meter persegi itu menimpa sebagian rumah Sukarno dan menutupi jalan utama kampung yang biasa dilalui warga.


Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena kondisi jalan sedang sepi dan tidak ada warga yang melintas saat longsor terjadi.


Salah satu warga yang tinggal tepat di samping lokasi kejadian, Imam Sugito, menuturkan bahwa tanda-tanda keretakan pada tanggul sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu.


“Semua warga sebenarnya sudah tahu kalau kondisi tanggul itu retak. Kami sudah mengusulkan agar dibuat kolom atau slop penguat, tapi karena urusan keluarga, warga tidak ikut campur,” ujar Imam kepada Diswayjateng.com, Senin 27 Oktober 2025 .


Menurut Imam, longsoran terjadi secara tiba-tiba saat hujan gerimis melanda kawasan tersebut.

“Sore sekitar jam lima tiba-tiba roboh. Waktu itu saya baru saja masuk rumah setelah mengantar Pak Sukarno pulang dari musala. Tiba-tiba terdengar suara ‘grubek’, ternyata tanggulnya longsor,” jelasnya.


Imam menambahkan, saat kejadian tidak ada aktivitas warga di sekitar jalan kampung itu karena hujan ringan masih turun.


“Alhamdulillah tidak ada yang lewat. Kalau ada yang melintas bisa fatal, soalnya seluruh akses jalan tertutup tanah,” imbuhnya.


Diketahui, lahan yang longsor tersebut berada di jalur penghubung antarkampung di kawasan Balekambang 9 menuju Balekambang 10, yang sehari-hari digunakan warga sebagai jalan utama.


Dari pantauan di lapangan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang dikerahkan untuk membersihkan puing-puing longsor, agar akses bisa dilintasi warga kembali.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube