Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Talud 20 Meter di Semarang Longsor, Empat Rumah Terendam Banjir

LONGSOR - Talud setinggi 15 meter di Karanganyar Gunung
Candisari
Kota Semarang longsor dan menutupi aliran Sungai Kalijueh
Rabu 10 September 2025. (ist.)

SEMARANG — Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang pada Sabtu 9 September 2025 malaam, memicu longsornya talud setinggi 20 meter di Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari. 


Longsoran material menutup aliran Sungai Kalijueh hingga menyebabkan banjir yang merendam empat rumah warga serta merusak satu rumah lainnya. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.


Salah satu warga terdampak, Hirman Muhtianto (53), mengungkapkan detik-detik talud sepanjang 150 meter tersebut ambruk sekitar pukul 10.15 WIB. Menurutnya, suara longsoran terdengar sangat keras disertai derasnya luapan air yang langsung menerjang rumahnya.


"Begitu longsor, air langsung meluap karena tertahan material. Semalam hujan deras, mungkin itu penyebabnya. Untung kejadiannya siang, kalau malam bisa lebih berbahaya. Saya sempat mengingatkan tetangga untuk menjauh sebelum runtuh," ujar Hirman, Rabu 10 September 2025.


Ia menambahkan, tanda-tanda longsor sebenarnya sudah terlihat sejak pagi dengan munculnya retakan kecil di sepanjang talud. Hirman menduga kualitas bangunan dari kontraktor pabrik es yang berdiri di atas talud menjadi faktor utama penyebab runtuhnya konstruksi tersebut.


"Bangunannya tidak sesuai. Pihak kontraktor juga tidak pernah berkoordinasi dengan warga. Ini jelas tanggung jawab mereka," tegasnya.

Akibat kejadian ini, Hirman dan belasan warga lainnya harus mengungsi ke rumah indekos. Mereka berharap pemerintah dan pihak pengembang segera memperbaiki talud agar bisa kembali tinggal dengan aman.


Respons BPBD Kota Semarang


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, membenarkan bahwa talud tersebut memang sudah menunjukkan keretakan beberapa hari sebelumnya. Ia menyebut pondasi lama yang rapuh tidak lagi mampu menahan beban.


"Talud longsor karena pondasi lama sudah melemah. Warga sebenarnya sudah melaporkan kondisi ini ke pihak pengembang, dan memang ada rencana perbaikan," jelas Endro.


Lebih lanjut, Endro memastikan pihak pabrik es yang berdiri di atas talud menyatakan siap menanggung kerugian warga.


"Pihak unit kristal bersedia memperbaiki rumah warga yang rusak dan menanggung tempat tinggal sementara hingga perbaikan selesai," tambahnya.