Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Sulis Terbantu Jadi Anggota Koperasi Merah Putih Gedawang, Belanja Lebih Murah dan Dapat SHU Tahunan

Koperasi Kelurahan Merah Putih dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Kelurahan Gedawang Kecamatan Banyumanik. Selain mendapatkan diskon sembako juga berkesempatan memperoleh SHU tahunan. (Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Sulistyorini Warga RT 6 RW 1 Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang langsung mendapatkan manfaat dari bergabungnya menjadi anggota Koperasi Kelurahan Merah Putih.


Koperasi ini menjadi pusat ekonomi baru yang tidak hanya menawarkan harga sembako lebih murah, tapi juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat. Koperasi Kelurahan Merah Putih Gedawang resmi melakukan soft launching pada Sabtu lalu, disaksikan langsung oleh Camat Banyumanik.


Sulis mengaku terbantu dengan adanya Koperasi Kelurahan Merah Putih, pasalnya harga sembako yang dijual lebih murah dibandingkan pasaran. Untuk minyak goreng, ia mengaku membeli seharga Rp37 ribu untuk 2 liter lebih murah dari pasaran yang mencapai Rp40 ribu.


"Sangat terbantu sekali ya, soalnya harganya di bawah warung biasa. Untuk beras bisa lebih murah Rp74 ribu kalau diluar mencapai Rp78 ribu per sak. Lumayan buat ibu-ibu," ujar Sulis kepada diswayjateng.com, Senin 21 Juli 2025.


Menurutnya, keberadaan koperasi membuat warga lebih hemat saat belanja harian. Ia berharap stok barang diperbanyak agar warga bisa terus belanja di koperasi.


"Harapannya nanti tembakonya ditambah lagi, enggak cuma dua. Biar kalau belanja ya di sini terus. Lebih murah dari yang lain," tambah Sulis.


Koperasi Kelurahan Merah Putih ini sebagai bagian dari gerakan nasional pemberdayaan koperasi tingkat kelurahan yang dicanangkan Presiden RI dari Klaten.


Mengusung konsep warung klontong sekaligus kafe angkringan, koperasi ini tidak hanya menjual sembako murah seperti beras, minyak, dan gula, tetapi juga menyasar anak muda lewat stand minuman murah dan area nongkrong. 


Teh jumbo hanya Rp3.000, menjadi daya tarik bagi warga sekitar yang beraktivitas olahraga seperti Sepak Bola dan Badminton di lapangan yang berada di sebelah Koperasi Kelurahan Merah Putih Gedawang.


Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Gedawang, Rudy M Alif, menjelaskan bahwa menjadi anggota koperasi memberikan berbagai manfaat jangka pendek maupun panjang. 


Salah satunya adalah pembagian SHU (Sisa Hasil Usaha) tahunan dan diskon setiap pembelanjaan di Koperasi Kelurahan Merah Putih.

"Kalau anggota koperasi, pasti nanti dapat SHU tiap tahun. Jumlahnya tergantung persentase keuntungan yang dibagi ke anggota, sedangkan untuk jangka pendek akan ada diskon setiap pembelian sembako," jelas Rudy.


Rudy menambahkan, saat ini harga di koperasi masih sama antara anggota dan non-anggota karena jumlah anggota aktif masih di bawah 50 orang. Namun, ke depan, anggota akan mendapatkan diskon khusus jika aplikasi sudah berjalan dan mendapatkan kartu anggota.


"Kalau aplikasinya sudah berjalan, semua anggota bisa mendapatkan manfaat selain SHU juga diskon belanja, misalnya minyak goreng biasa Rp37 ribu untuk umum, anggota bisa dapat Rp36.500 Selisih kecil, tapi buat ibu-ibu itu berarti," tambahnya.


Menambahkan, koperasi ini membuka tiga kategori keanggotaan yakni Anggota Biasa wajib ber KTP Gedawang atau berdomisili resmi di Gedawang, Anggota Luar Biasa, yakni warga luar Gedawang yang ingin bergabung, wajib menyetorkan simpanan sukarela minimal Rp5 juta dan Anggota Kehormatan seorang pejabat pemerintahan seperti lurah, camat, hingga wali kota.


"Kami ingin koperasi ini inklusif tapi tetap sesuai AD/ART. Jadi masyarakat luar juga bisa berkontribusi asal komitmen," terang Rudy.


Koperasi kini menempati bangunan bekas shelter UMKM milik kecamatan yang sebelumnya terbengkalai. Dulu sempat digunakan sebagai posko Linmas, kini hidup kembali menjadi toko koperasi dan pusat komunitas warga.


"Kita hidupkan kembali untuk pelayanan warga. Sudah ada 26 anggota aktif dan terus berkembang," ujar Rudy.


Kelurahan Gedawang sendiri dikenal sebagai kawasan pengembangan dengan perpaduan antara warga lokal dan pendatang. Mayoritas warganya adalah pegawai, petani, dan wiraswasta.


"Potensi ekonomi warga besar. Banyak pekerja dan keluarga muda. Harapannya koperasi ini bisa jadi tempat perputaran ekonomi lokal yang sehat," ujarnya.


Selain menjual sembako dan menyediakan tempat nongkrong, koperasi ini juga membuka peluang bagi UMKM lokal serta bekerja sama dengan Bank Jateng untuk akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). 


"Nantinya koperasi ini juga akan menjadi agen laku pandai untuk memudahkan transaksi perbankan warga seperti penarikan uang dan tranfer karena jauh dari lokasi ATM," kata Rudy.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube