Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

SPMB SMP Negeri Kota Semarang 2025 Over Kuota, 15.836 Pendaftar Berebut 11.580 Kursi

Puluhan orang tua murid melakukan ferivikasi data yang bermasalah saat melakukan pendaftaran online SPMB di Kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang
Selasa 24 Juni 2025.

SEMARANG — Hari kedua pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP Negeri di Kota Semarang tahun 2025 berjalan lancar secara sistem. Namun, posko layanan SPMB masih dipadati warga yang membutuhkan bantuan berbagai layanan teknis seperti penambahan nominasi, mutasi, dan verifikasi data Kartu Keluarga (KK).


Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Bambang Pramusinto menerangkan, masyarakat masih aktif melakukan pengolahan data pendaftaran, baik untuk jalur domisili, jalur prestasi, afirmasi, maupun mutasi. 


Hal ini dikarenakan sistem SPMB masih dibuka hingga Kamis malam pukul 00.00 WIB, sehingga pergerakan pilihan sekolah dan jalur masih dinamis.


"Karena untuk jalur mutasi memang harus dilayani secara offline di posko SPMB. Supaya tidak terjadi error, kita melibatkan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Semarang," terangnya kepada diswayjateng.com, Selasa 24 Juni 2025.


Ia menjelaskan, untuk kuota peserta didik yang mendaftar sudah melebihi dari kuota yang ditentukan oleh Disdik Kota Semarang sebesar 11.580.


"Kuota SMP Negeri di Kota Semarang tahun ini sebesar 11.580 kursi, sementara jumlah pendaftar sudah mencapai 15.836 siswa. Artinya sudah over, namun pendaftaran dan ini masih dinamis kerena kita tutup hari Kamis 26 Juni 2025 pukul 00.00 wib dan masih bisa berubah hingga penutupan," jelasnya.


Disdik Kota Semarang membuka pendafataran SPMB SMP Negeri melalui beberapa jalur seperti domisili 40 persen, prestasi 25 persen, afirmasi (DTKS dan ABK) 25 persen dan mutasi 5%.


"Untuk jumlah pendaftar jalur prestasi sekarng sudah 4.202, domisili 7.989 dan afirmasi 3.505," jelas Bambang.


Bambang menjelaskan, untuk afirmasi ini dikhususkan untuk anak kurang mampu dan berkebutuhan khusus.


"Tentunya yang melalui jalur afirmasi sudah terdata oleh Dinas Sosial Kota Semarang berdasartak Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," terangnya.


Ia menjelaskan jika terdapat sisa kuota dari jalur tertentu, akan dialihkan secara berurutan mulai dari afirmasi, domisili, hingga kewilayahan (skor wilayah 1 dan 2).


"Misalnya jalur afirmasi sudah terpenuhi dan masih ada sisa kuota, maka akan kami geser ke domisili. Kalau domisili sudah tidak ada, barulah ke wilayah," ungkapnya.


Jalur Prestasi, Asesmen, dan Piagam Penghargaan

Tahun ini, jalur prestasi mendapat antusiasme tinggi, sebanyak 4.202 pendaftar tercatat melalui jalur ini. Pendaftar dapat mengandalkan nilai asesmen literasi dan numerasi, maupun piagam kejuaraan tiga tahun terakhir.


"Asesmen kami adakan pada 15 Mei 2025 lalu. Walaupun tidak wajib, namun partisipasinya tinggi, sekitar 95 perses siswa kelas 6 mengikuti tes kemampuan," jelasnya.


Data hasil asesmen langsung terintegrasi dengan sistem SPMB, termasuk nilai dari program penguatan profil pelajar Pancasila (MPPP) seperti TPQ, Pramuka Garuda, hingga piagam-piagam nasional dan internasional.


Peran Lintas Dinas


Dalam pelaksanaan SPMB 2025, Pemkot Semarang menggandeng berbagai dinas terkait untuk memastikan kelancaran dan validitas data:


Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) untuk verifikasi KK


Dinas Sosial (Dinsos) untuk pengecekan data DTKS


Diskominfo dan tim programmer untuk pengamanan sistem online


“Data afirmasi berbasis DTKS harus diverifikasi langsung oleh Dinsos. Selama memenuhi syarat, akan dimasukkan ke sistem,” ujarnya.


SMP Inklusi dan Jalur KKO


Terdapat juga jalur khusus bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) yang telah dibuka lebih awal sejak bulan Februari. Sementara untuk kelas khusus olahraga (KKO) diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga di SMP Negeri 3 Semarang dengan kuota 48 siswa.


"Untuk Kalau KKO khusus kelas kelas khusus olahraga, itu diselenggarakan sama Dinas Pemuda dan Olahraga. Dan pelaksanaannya sudah mendahului seperti pengadaan SPMB Inklusi," terang Bambang.


Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube