DEMAK — Pencurian mesin traktor terjadi di area persawahan Blok Latar di kelurahan Mangunjiwan, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Ironisnya korban menemukan mesin miliknya dijual di market place saat hendak membeli traktor baru.
Atas kejadian yang dialami korban, Polres Demak pun segera melakukan pelacakan dan dalam waktu cepat dapat menemukan dan menangkap pelaku yang ternyata sudah 12 kali melakukan pencurian mesin traktor.
Kasat Reskrim Polres Demak, IPTU Anggah Mardwi Pitriyono, menjelaskan bahwa pencurian dilakukam di Mangunjiwan dengan 4 tersangka yakni Mohamad Rokhim alias Gok (32), Saman Hudi (41) dan Mujahidin (33) serta Jahroni (45).
"Jadi mereka ini memiliki peran dan bagian yang mengeksekusinya. Mereka bertiga yakni, Gok, Hudi dan Mujahidin datang malam-malam menggunakan satu motor. Kemudian yang mengeksekusi Hudi dan dijual kepada Jahroni," ucap Kasat.
"Kemudian Jahroni memasarkan melalu media sosial dan market place,"sambungnya.
Ia melanjutkan bahwa yang diambil para pelaku adalah mesinnya sementara kerangka traktor ditinggal di sawah di daerah Mangunjiwan tersebut.
"Berdasarkan dari keterangan pelaku, bahwa satu mesin dari TKP tersebut dijual dengan harga Rp.8,2 juta. Lalu dijual ke media sosial dengan harga Rp.9,2 juta," terangnya.
"Sementara dari keterangan korban, Ia membeli traktor seharga Rp.15 juta dalam kondisi lengkap, sementara harga traktor second Rp.10 juta,"
Ia pun menjelaskan bahwa traktor tersebut memiliki tanda kepemilikan, di mana setiap traktor memiliki nomer mesin yang mana terdapat nama pemilik. Sehingga hal tersebut memudahkan Satreskrim untuk melacak pelaku.
"Jadi setiap traktor ini ada nomor mesinnya,
nomor berapa terus kemudian pemiliknya siapa itu ada. Sehingga alhamdulillahnya ada jelas pemiliknya jadi kita bisa melakukan pengungkapan," terangnya.
Selain itu pengungkapan tersebut menjadi skala prioritas karena menurut Kasat Reskrim ada terkaitan dengan program prioritad dari pemerintah saat ini, yakni terkait ketahanan pangan.
"Traktor ini kan bagian penting dalam kinerja petani dalam bekerja dan menghasilkan pangan. Traktor bagian penting dari petani. Itu makanya kita utamakan dan prioritaskan," pungkas Kasat.