Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Sensus Ekonomi 2025 Jadi Fondasi Pembangunan Kota Semarang

DATA - Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin menghadiri sosialisasi kegiatan statistik tahun 2025 Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang. (dok pemkot semarang)

SEMARANG — Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menegaskan pentingnya kegiatan statistik yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang sebagai pedoman strategis dalam merancang arah pembangunan daerah ke depan. Hal itu disampaikan saat membuka Sosialisasi Kegiatan Statistik Tahun 2025 di Openaire Resto, Marina, Semarang Barat.


Acara yang dihadiri para pelaku usaha dari berbagai sektor ini menjadi bagian dari upaya BPS untuk menggalang dukungan terhadap Sensus Ekonomi 2025. Menurut Iswar, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pendataan, tetapi memiliki makna penting bagi penyusunan kebijakan berbasis data yang akurat dan terukur.


“Data yang dikumpulkan BPS akan menjadi acuan utama dalam merancang kebijakan pembangunan Kota Semarang. Dengan data yang valid, setiap langkah pembangunan bisa lebih tepat sasaran,” ujar Iswar, Rabu 15 Oktober 2025.


Ia menjelaskan, visi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng bersama dirinya adalah menjadikan Kota Semarang sebagai pusat ekonomi yang maju, berkeadilan sosial, inklusif, dan berkelanjutan. Menurutnya, sensus ekonomi akan membantu mewujudkan visi tersebut melalui peta data yang jelas mengenai aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha.


Iswar juga menyoroti besarnya potensi Semarang sebagai kota yang terus berkembang pesat. Letaknya yang strategis di tengah Pulau Jawa menjadikan kota ini simpul utama mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta kegiatan perdagangan.


Dengan pembangunan Tol Bawen–Yogyakarta dan Solo–Yogyakarta yang segera rampung, Semarang diprediksi bakal menjadi bagian dari segitiga emas perekonomian Jawa bagian tengah, bersama Yogyakarta dan Solo.

“Kita memiliki bandara, pelabuhan, dan stasiun sebagai jalur utama transportasi. Kini sudah ada penerbangan Semarang–Kuala Lumpur, dan akan segera dibuka rute ke Singapura pada November serta ke China pada Januari mendatang,” terang Iswar.


“Apalagi bila Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah aktif, jalur logistik dari Semarang akan memberikan efek ekonomi yang luar biasa, tidak hanya untuk kota ini tetapi juga bagi Indonesia secara keseluruhan,” lanjutnya.


Lebih lanjut, Iswar menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk menjadikan data sebagai budaya dalam proses perencanaan pembangunan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang cepat tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan data yang akurat dari masyarakat dan pelaku usaha.


“Membangun kota bukan hanya menciptakan lapangan kerja. Untuk bisa berlari cepat, kita butuh data. Karena itu, saya mengajak para pelaku usaha agar berpartisipasi aktif dalam sensus ekonomi ini,” tegasnya.


Sementara itu, Plt Kepala BPS Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan bahwa sensus ekonomi memiliki peran penting dalam memetakan struktur ekonomi daerah. Data yang diperoleh nantinya akan digunakan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah, untuk menyusun kebijakan strategis.


“Hasil sensus ini ditunggu oleh banyak pihak, misalnya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kami juga menyediakan informasi digital mengenai harga bahan pangan di pasar tradisional serta aktivitas belanja daring,” ungkap Endang.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube