SEMARANG — Sejumlah sahabat mengenang momen terakhir bersama Iko Juliant Junior (19), mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang meninggal dunia pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Halaman Fakultas Hukum Unnes berubah menjadi lautan duka. Ratusan mahasiswa berkumpul, menyalakan lilin, dan menaburkan bunga di sekitar foto almarhum Iko, mahasiswa FH angkatan 2024 yang meninggal secara mendadak.
Potret Iko yang dikelilingi taburan bunga terpampang di bawah Patung Dewi Themis. Doa bersama bergema, bercampur dengan isak haru, menghadirkan suasana penuh pilu.
Salah seorang rekan Iko di organisasi Kerohanian Mahasiswa Kristen (KMK) FH Unnes, Samuel Samosir (21), mengungkapkan bahwa Iko dikenal sebagai mahasiswa penuh semangat, meski harus menempuh perjalanan sekitar 16 kilometer setiap hari dari rumahnya di Ngaliyan ke kampus.
“Terakhir aku ketemu Iko pas rapat. Dia cuma bilang habis rapat mau pulang ke rumah. Walau jauh, dia selalu semangat untuk kuliah,” kenang Samuel usai doa bersama di halaman FH Unnes, Selasa , 2 September 2025malam.
Di mata teman-temannya, Iko adalah sosok yang ceria, suka bercanda, dan selalu mencairkan suasana. Samuel mengaku sangat terpukul atas kepergian sahabatnya.
“Iko itu orang baik, suka membuat teman-temannya tertawa. Kami semua merasa kehilangan besar,” ujarnya lirih.
Kabar meninggalnya Iko pertama kali menyebar lewat pesan singkat dan telepon berantai. Informasi awal menyebutkan bahwa ia tewas akibat kecelakaan lalu lintas. Namun, sejumlah mahasiswa menyimpan tanda tanya besar terkait penyebab kematiannya.
“Dari surat rumah sakit disebutkan Iko meninggal karena kecelakaan. Tapi dinamika di publik membuat banyak yang merasa ada kejanggalan,” kata M. Gossan Daffa Majid, Presiden BEM FH 2022.
Bahkan, sempat muncul dugaan bahwa kematian Iko berkaitan dengan aksi unjuk rasa mahasiswa di Kota Semarang beberapa waktu lalu. Meski begitu, Gossan menegaskan pihaknya belum bisa memastikan keterkaitan tersebut.
Aksi doa bersama dan tabur bunga yang dihadiri sekitar 500 mahasiswa dari berbagai kampus di Semarang menjadi bukti nyata solidaritas lintas organisasi dan agama.
“Ini bukan hanya acara KMK atau mahasiswa FH, tapi seluruh mahasiswa dari berbagai latar belakang ikut hadir, mendoakan, dan menunjukkan kepedulian,” tambah Samuel.
Mahasiswa berharap peristiwa tragis yang menimpa Iko dapat diusut secara transparan. Untuk itu, langkah hukum sepenuhnya diserahkan kepada Pusat Bantuan Hukum Ikatan Alumni (PBH IKA) FH Unnes.