Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Rumah di Semarang Barat Ambles, Diduga Akibat Konstruksi Tambahan yang Rapuh

Camat Semarang Barat Elly Asmara mengatakan robohnya rumah di Kelurahan Gisikdrono diduga bangunan yang kurang kuat. (Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Rumah warga di RT 11 RW 6, Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat Kecamatan Semarang Barat ambruk dan membuat akses jalan tertutup bongkahan matrial bangunan pada Selasa, 16 September 2025 pada pukul 16.00 wib.


Menurut Camat Semarang Barat, Elly Asmara, menjelaskan robohnya rumah tersebut bukan semata akibat hujan deras, melainkan lebih pada kondisi bangunan tambahan yang kurang kokoh.


"Kalau menurut informasi, sebelumnya tembok sebelah rumah itu pernah roboh lalu diperbaiki. Nah sekarang gantian tembok satunya yang ambruk. Dari video dan informasi warga, penyebabnya selain dataran tinggi yang kekuatannya kurang, juga karena ada bangunan tambahan seperti dapur dan kamar mandi. Bangunan itu hanya ditinggikan tembok dan diberi atap ringan, jadi kekuatannya tidak seberapa," terang Elly saat dikonfirmasi Diswayjateng.com, Rabu, 17 September 2025.


Meski begitu, pihak kecamatan juga mencatat adanya retakan di bagian bawah pondasi rumah. Retakan ini sebelumnya sudah diidentifikasi dan dilaporkan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk dilakukan mitigasi.


Menurut Elly, indikasi tanah gerak masih belum bisa dipastikan. Namun dari hasil pemantauan, faktor konstruksi bangunan tambahan yang tidak sesuai standar lebih dominan menjadi penyebab rumah tersebut roboh.


"Kalau untuk tanah gerak saya belum bisa memastikan. Tapi memang sebelumnya ada laporan retakan di pondasi. Itu juga sudah dimonitor kelurahan dan disampaikan ke Disperkim untuk langkah mitigasi," jelasnya.


Usai kejadian tersebut, akses jalan yang sempat tertutup bongkahan tembok berhasil dibuka setelah tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, hingga perangkat kelurahan turun ke lapangan. Alat berat dan perlengkapan pemecah batu dikerahkan untuk membersihkan material runtuhan.


Selain itu, kebutuhan dasar warga juga langsung dipenuhi. "Semalam kami kirim bantuan makanan jadi, termasuk bahan pangan untuk warga yang terisolir. Kerugian sementara ditaksir sekitar Rp20 juta. Warga juga kerja bakti bersama tim gabungan," ungkap Elly.

BPBD turut memasang terpal darurat untuk menahan area rawan longsor. Bantuan lain juga disalurkan melalui Basnas dan PMI sesuai prosedur penanganan bencana.


Elly juga menyebut beberapa titik di Semarang Barat memang rawan longsor dan kerusakan bangunan karena berada di dataran tinggi. Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Gisikdrono, Kembang Arum, Manyaran, dan Kalibanteng Kidul.


"Mitigasi awal yang kami imbau ke warga adalah meningkatkan kewaspadaan, apalagi di musim hujan. RT dan RW kami minta untuk mendata serta menyampaikan aspirasi lewat musrenbang agar bisa masuk dalam program pemerintah," tambahnya.


Masyarakat berharap ada program bantuan pembangunan rumah baru melalui Disperkim. Namun hingga kini, kecamatan masih menunggu konfirmasi lebih lanjut. 


"Sementara Disperkim baru sebatas membantu asesmen dan penanganan awal, belum sampai ke pembangunan rumah," ujar Elly.


Sebelumnya, salah satu warga Sunarni (55) menceritakan detik-detik rumah milik Farida (42) yang roboh. Sebelumnya, pondasi mengalami keretakan yang disusul dengan jebolnya pondasi sehingga sebagian tembok bangunan roboh dan menutup akses jalan gang selebar satu meter.


Ia menuturkan, sebelum kejadian, Sakti tetangganya sempat melihat pondasi rumah mulai retak-retak dan merekam video yang akhirnya dipoting sosial media @ojeksemarangantarkota dan menjadi viral.


"Pondasinya sudah retak sedikit, terus terdengar suara ‘kretek-kretek’. Waktu itu Sakti mau beli mie instan, saya teriaki "awas ojo lungo sik". Kebetulan Sakti pegang HP dan sambil rekam. Tiba-tiba ambruk, bener-bener ambruk,” jelasnyanya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube