SEMARANG — Dalam upaya memperkuat penerapan Kurikulum Deep Learning 2025, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Tugu menyelenggarakan Workshop Merancang Program Kokurikuler bagi guru SD dan SMP se-Kecamatan Tugu.
Ketua PGRI Kecamatan Tugu, Nur Rakhmat saat membuka kegiatan menegaskan pentingnya kesiapan para pendidik dalam menghadapi perubahan arah kebijakan kurikulum baru.
“Kurikulum Deep Learning 2025 menuntut peran aktif guru untuk tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi fasilitator yang mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan reflektif,” ujar Nur Rakhmat, Kamis 13 November 2025.
Ia berharap para guru semakin siap dan adaptif dalam menerapkan Kurikulum Deep Learning 2025 secara efektif, inovatif, dan berorientasi pada pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Koorsatpen Tugu ini diikuti sekitar 50 guru dari berbagai sekolah dasar dan menengah pertama di wilayah tersebut.
Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kota Semarang, Masrikat memaparkan konsep, strategi, serta implementasi Kurikulum Deep Learning 2025 pada kegiatan kokurikuler.
Menurutnya, pembelajaran mendalam berperan penting dalam membentuk karakter dan kompetensi abad ke-21.
“Kegiatan kokurikuler harus menjadi bagian integral dari proses pembelajaran, bukan hanya pelengkap. Melalui pendekatan deep learning, siswa didorong memahami makna pembelajaran, bukan sekadar menghafal,” jelas Masrikat.
Workshop berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan praktik penyusunan rancangan program kokurikuler. Para guru tampak antusias berbagi ide serta pengalaman dalam merancang kegiatan yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan sekolah masing-masing.