Boyolali — Ternyata, sebelum terjadinya kecelakaan truk trailer dengan Nopol AD 8821 QU terguling, pengemudi Aris Kuswanto mengakui kendaraan beratnya mengalami rem blong.
Hal ini terkuak dari keterangan sopir truk kepada anggota Satlantas Polres Boyolali.
Dari pemeriksaan awal pihak Kepolisian terhadap sopir truk, diketahui jika kendaraan yang dikemudikannya mulai mengalami gangguan pengereman di jalan menurun panjang 4 kilometer sebelum lokasi kecelakaan.
Bahkan, saat jalan menanjak truk trailer tidak kuat di jalanan menanjak lalu berjalan mundur. Diduga truk tersebut memuat barang melebihi kapasitas.
Truk baru berhenti setelah menabrak minibus yang berjalan di belakangnya hingga ringsek.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh penumpang minibus selamat.
Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto mengatakan, awal dari jalur Salatiga pengemudi truk trailer sudah merasakan remnya blong.
"Sejak berjalan dari arah Salatiga, sopir truk trailer merasakan remnya blong. Anginnya katanya sudah habis. Pada saat nanjak tidak kuat. Nah, posisi KBM hiace ini berada persis di belakang truk trailer tersebut," ujat Kapolres.
Sampai akhirnya, terjadilah kecelakaan hingga badan truk trailer melintang menutupi semua badan jalan jalur nasional Semarang-Solo.
Truk yang terguling mengangkut kertas dengan berat antara 40-50 ton, sedianya akan mengantar muatan dari Jakarta menuju ke salah satu pabrik di wilayah Banyudono, Boyolali.
"Truk akhirnya truk trailer mundur dan terguling kemudian menimpa minibus. Posisi akhir truk menghalangi seluruh jalur yang ada di Ampel Boyolali ini," ujarnya.
Disampaikan Kapolres, jika dugaan awal truk trailer mengangkut kertas itu mengalami kelebihan muatan atau over dimensi overload (ODOL).
Pasalnya, dari hasil identifikasi sementara angkutan barang ini kurang lebih mencapai 46 sampai 50 ton.
"Hasil identifikasi sementara angkutan barang ini kurang lebih mencapai 46 sampai 50 ton. Dan ini sangat berbahaya ya. Apabila ODOL ini berjalan di jalan raya tanpa pengawasan dan regulasi dari seluruh pemangku kepentingan stakeholder terkait," tandas Kapolres.
Kapolres menambahkan, dari hal kejadian kecelakaan truk trailer yang terguling ini semua pihak diminta bisa belajar bahwa diduga truk pada saat kejadian ini tidak kuat menanjak.
Hingga Kamis siang pukul 12.00 WIB, evakuasi belum sepenuhnya bisa dilakukan karena menunggu kendaraan derek dan memindahkan muatan kertas ke kendaraan lainnya. Hal ini dilakukan, agar memudahkan proses evakuasi.
Sementara, akibat kecelakaan ini jalur nasional Semarang-Solo via Boyolali lumpuh total selama lebih dari 5 jam. Dan kendaraan berat kemudian dialihkan melalui Jalan Tol Semarang-Solo.