SRAGEN — Badan Sosialisasi MPR RI terus menyosialisasikan 4 Pilar MPR RI kepada masyarakat. Yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Sosialisasi kali ini yang di ikuti ratusan masyarakat baik dari karangtaruna, tokoh agama, kelompok masyarakat dan digelar oleh Badan Sosialisasi MPR RI bekerja sama dengan tokoh masyarakat Desa Pilangsari, Kecamatan Ngrampal, Sragen. Serta juga memperingati kegiatan Bersih Desa
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sriyanto Saputro mengatakan, bangsa Indonesia dengan keberagaman yang sangat majemuk, dapat bersatu tak lain karena dipersatukan oleh ideologi Pancasila.
"Indonesia adalah rumah besar bagi kita semua, di mana pondasi/dasarnya adalah Pancasila, dan diatasnya terdapat pilar-pilar penopang yaitu UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya, Senin (30/6/25).
Politikus dari Partai Gerindra tersebut menekankan, bahwa Pancasila adalah satu-satunya ideologi yang bisa diterima oleh semua etnis, agama, dan budaya di Indonesia, karena Pancasila digali dari nilai-nilai yang ada di Bumi Pertiwi.
"Begitu pentingnya Pancasila, saya titip kepada seluruh lapisan masyarakat sekalian untuk menyampaikan nilai-nilai Pancasila ini kepada putra-putrinya, karena merekalah para calon-calon pemimpin bangsa," ujarnya.
Disisi lain, pihaknya juga menekankan bahwa Pancasila adalah pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang memunculkan keagungan sekaligus kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia. Meski begitu, ia menyayangkan masih ada orang Indonesia yang ragu dengan Pancasila.
"Keberagaman suku, bahasa, adat istiadat dan agama yang ada di Indonesia telah dirumuskan dalam ideologi yang kokoh dan kuat ini, yaitu Pancasila," katanya.
Sementara itu, dirinya juga memberikan gambaran bahwa keberagaman yang sangat majemuk dimiliki Indonesia adalah anugerah yang sangat luar biasa. Terlebih lagi, keberagaman itu dapat dipersatukan secara harmonis dengan ideologi Pancasila dalam bingkai NKRI.
Ia juga mengapresiasi masyarakat warga Pilangsari mengadakan adat kegiatan "Bersih Desa" dengan keberagaman masyarakatnya, menjadi contoh implementasi semangat Bhinneka Tunggal Ika.
"Perlu di ingat bahwa Kabupaten Sragen bisa dijadikan sebagai pilot project kebhinnekaan dan simbol kapal besar Nusantara, mengingat Sragen sangat kental dengan kebudayaan," katanya.