SALATIGA — Ibu dari pasien RSUD Salatiga yang bunuh diri (Bundir) dari Lantai 4 Gedung Flamboyan memberikan pengakuan kepada pihak RS.
Melalui Humas RSUD Salatiga Erwin Safa, disebutkan jika anaknya AS (32) berdomisili di Manggung, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang sebelum melompat sempat melepas infus dengan gerakan cepat dan naik ke jendela.
"Berdasarkan informasi dari ibu pasien tiba-tiba apa, pasien ini melepas infus dengan gerakan cepat berdiri di atas tempat tidur kemudian naik ke jendela dan langsung melompat," kata Erwin, Rabu 10 September 2025.
Bahkan, lanjut Erwin, ibu pasien ini sempat sudah berusaha mencegah dengan tetapi tidak berhasil.
Sebelumnya, AS datang ke IGD RSUD Salatiga datang pukul 04.40 WIB dengan diagnosa epilepsi.
"Pasien dibawa ke IGD RSUD Salatiga dengan keluhan nyeri kepala dan muntah-muntah sejak 3 hari," paparnya.
Masih menurut keterangan ibu pasien, AS sempat kejang dan jatuh di kamar mandi rumahnya pada hari Minggu 7 September 2025.
Kemudian keluarga mengatakan bagian belakang kepala membentur lantai.
"Disaat bersamaan, korban mengeluh nyeri kepala dan muntah-muntah yang dirasa. Keluarga juga mengatakan pasien tidak mau berkomunikasi dan sempat kejang," tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pasien dengan inisial AS kelahiran 18 Februari 1993 berdomisili di Manggung, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang bundir dengan cara melompat dari lantai 4 Gedung Flamboyan RSUD Salatiga.