Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pameran Keris Demak, Peringati 20 Tahun Keris Sebagai Warisan Budaya Dunia

Salah satu lapak gelaran keris dari Mojokero
keris yang ditemukan di Sungai Brantan (gambar 1)
Hartono Kolektor dan peserta Pameran Keris (gambar 2)

DEMAK — Pameran Keris Demak, Peringati 20 Tahun Keris Sebagai Warisan Budaya Dunia


Demak – Sebagai bentuk memberikan apresiasi terhadap 20 tahun Keris diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Demak pun menyelenggarakan Pameran Keris di halaman Setda Demak pada 25 – 27 November 2025.


Hartono Citranala, salah satu peserta pameran yang berasal dari Mojokerto, menyampaikan apresiasinya di mana menurutnya, acara ini mampu memperkenalkan budaya dalam hal ini pusaka yang biasa disebut denganTosan Aji secara lebih luas kepada masyarakat.


“Hal yang sangat bagus, melalui pameran seperti ini masyarakat yang sebelumnya belum mengenal Tosan Aji bisa semakin mencintai serta memahami nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya,” ucapnya.


“Semoga makin banyak yang tertarik dan sering melihat langsung ragam pusaka Tosan Aji,” ujarnya.


Terkait koleksi keris yang dipamerkan, Hartono menjelaskan bahwa sebagian besar keris di lokasi pameran memang dijual. Di mana soal harga, masing-masing pusaka memiliki nilai yang berbeda, mulai dari Rp2 juta hingga Rp100 juta, tergantung dengan beberapa faktor.


“Penentu harga itu biasanya dari rancang bangun bilahnya, usia keris, serta detail dan karakter pusakanya,” jelasnya.


Pembeli keris tidak selalu berasal dari kalangan yang benar-benar memahami Tosan Aji. Menurutnya, justru banyak juga peminat baru yang mulai tertarik untuk mengoleksi, baik karena nilai filosofi, sejarah, maupun sekadar sebagai koleksi pribadi.


Luk Keris dan Pusaka dari Kahuripan


Hartono juga menjelaskan mengenai luk, yaitu lekukan pada bilah keris yang memiliki makna tersendiri. Jumlah luk sangat beragam, mulai dari luk 1 hingga luk 49. Menurutnya banyak sekali makna yang tidak bisa dijelaskan satu per satu tanpa referensi atau katalog.

Dalam pameran kali ini, Hartono juga membawa salah satu pusaka yang cukup langka dan bernilai tinggi, yaitu Katga, pusaka tua dari daerah Kahuripan, jauh sebelum munculnya bentuk keris seperti sekarang. Katga yang dibawanya bernilai sekitar Rp35 juta dan merupakan temuan di daerah Brantas Kertosono. 


“Bahwa banyak pusaka ditemukan di sungai karena dahulu jalur sungai menjadi lokasi pertempuran maupun tempat melarung pusaka yang dianggap memiliki daya tertentu,”terangnya.


”Kalau untuk saat ini, pencarian pusaka juga sering dilakukan menggunakan metal detector atau bahkan penyelaman dengan tabung oksigen di sungai-sungai besar,” tambahnya.


Sementara peserta lainnya, Saiful Hizam Ibrahim, asal Lombok, turut meramaikan pameran Tosan Aji di Demak. Menurutnya, koleksi pusaka yang dibawa terdiri dari berbagai jenis, mulai dari keris, pedang, hingga tombak. Harga yang ditawarkan beragam, mulai dari Rp1 juta hingga yang paling mahal mencapai Rp35 juta. “Yang paling mahal yang saya bawa ini Rp35 juta, full perak,” jelasnya.


Saiful juga menjelaskan bahwa keris dari Lombok berbeda dengan keris Jawa. Beberapa jenis keris yang ia bawa berasal dari Bugis yang didapatkan di wilayah Sumbawa, Dompu, dan Bima. Sementara keris khas Lombok biasanya menggunakan kes bali sebagai ciri khasnya.


Mengenai sumber pusaka, ia menyebutkan bahwa sebagian besar diperoleh dari masyarakat setempat. “Kita ada yang tukang nyarinya, kadang keliling ke desa-desa, cari rumah yang mau menjual. Kalau di Lombok belum ada temuan dari sungai seperti di Jawa,” tuturnya.


Untuk memastikan keaslian pusaka, Saiful menjelaskan bahwa karakter besi menjadi indikator utama. Dari tekstur dan tampilan besi, dapat terlihat apakah pusaka tersebut sepuh atau kemardikan (buatan baru).


Terkait pameran Tosan Aji, ia menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk mengenalkan pusaka dari sudut pandang seni dan sejarah, bukan sekadar aspek mistis seperti yang sering dikaitkan di masa lalu.


“Kita perkenalkan teknologi dan seni zaman dulu yang sebenarnya luar biasa. Harapannya, pameran seperti ini bisa diadakan lagi tahun depan, terutama untuk edukasi generasi muda,” ungkapnya.


Ia menambahkan bahwa nilai sebuah pusaka juga dipengaruhi oleh status sosial pemiliknya pada masa lalu. Pusaka yang mewah biasanya berasal dari kalangan bangsawan dan hal itu dapat terlihat dari detail bentuk dan kemegahannya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube