SEMARANG — Lima univesitas di Semarang adu gagasan dalam forum debat yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang.
Acara yang berlangsung Selasa 7 Oktober 202, menghadirkan mahasiswa dari lima perguruan tinggi besar di Semarang. Yakni Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS), UIN Walisongo, dan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA).
Forum debat mahasiswa bertajuk “Mahasiswa Bicara: Kebijakan Publik, Politik, dan Masa Depan Indonesia”, sebagai media atau ruang terbuka untuk menyampaikan gagasan dan kritik terhadap kebijakan publik serta arah politik nasional.
Pasalnya, Semangat intelektual dan kepedulian terhadap masa depan bangsa ini sangat penting untuk terus dikembangkan dan digaungkan di kalangan mahasiswa di Kota Semarang.
Masing-masing kampus mengirimkan mahasiswa terbaiknya untuk beradu gagasan dan pandangan dalam forum intelektual ini.
Bagi para mahasiswa, kegiatan debat ini bukan sekadar ajang perlombaan adu argumen, melainkan sarana nyata untuk menyalurkan ide secara kritis dan solutif. Mereka menilai forum semacam ini lebih efektif, elegan, dan konstruktif dibandingkan dengan aksi demonstrasi di jalanan.
“Forum seperti ini memberi ruang bagi kami untuk menyampaikan ide dan kritik secara santun dan didengar langsung oleh pihak yang berwenang,” ujar Sabrina Alfara Sulistyo, mahasiswa Universitas Diponegoro.
Kegiatan yang diinisiasi Kesbangpol dan KNPI tersebut juga mendapat apresiasi tinggi dari para juri. Salah satunya, Dr. M. Kholidul Adib, S.HI., M.Si., menilai bahwa forum debat mahasiswa merupakan wadah penting untuk menumbuhkan budaya berpikir kritis di kalangan generasi muda.
“Debat seperti ini adalah pembelajaran politik yang sehat. Mahasiswa bisa berkontribusi melalui ide-ide segar dan saran konstruktif untuk pemerintah,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa forum debat ini memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang kritis, rasional, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
“Mahasiswa adalah agen perubahan. Lewat forum seperti ini, mereka belajar berpikir terbuka, berdialog, dan mencari solusi untuk kemajuan daerah dan bangsa,” ujarnya.
Agustina juga menambahkan bahwa pemerintah kota sangat mendukung kegiatan yang menumbuhkan partisipasi aktif mahasiswa dalam pembangunan daerah. Menurutnya, ruang seperti ini harus terus dijaga agar mahasiswa bisa berperan sebagai mitra kritis pemerintah.
Ke depan, Badan Kesbangpol Kota Semarang bersama KNPI Kota Semarang berencana menjadikan forum debat mahasiswa ini sebagai agenda tahunan. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi tradisi intelektual yang memperkuat peran mahasiswa sebagai pelopor perubahan sosial dan politik di daerah.