Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Kota Semarang Darurat Sampah: Pemkot Semarang Perluas Program Pilah Sampah hingga Pondok Pesantren

Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin sosialisasikan pilah sampah sebagai upaya mengatasi darurat sampah di TPA Jatibarang. (ist)

SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang terus memperluas cakupan Program Pilah Sampah, yang termasuk dalam 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Agustina-Iswar, hingga ke lingkungan pondok pesantren (ponpes).


Hal ini guna menggencarkan program pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya mengatasi darurat sampah di Kota Semarang yang terus memprihatinkan.


Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menegaskan bahwa permasalahan sampah telah mencapai tingkat darurat, dengan volume sampah yang diproduksi warga Kota Semarang hampir menyentuh angka 1.000 ton per hari. Situasi ini, kata Iswar, tidak bisa hanya ditangani pemerintah, namun harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.


"Kesadaran akan pentingnya mengelola sampah harus ditanamkan sejak dini. Program Pilah Sampah kami dorong agar tidak hanya menyasar RT, RW, dan kelurahan, tetapi juga pondok pesantren sebagai pusat pendidikan dan pembentukan karakter," ujar Iswar saat membuka acara Sosialisasi dan Pelatihan Pengelolaan Sampah di Ponpes Al Itqon, Pedurungan, Senin 28 Juli 2025.


Menurutnya, keterlibatan pesantren sangat strategis dalam menciptakan kebiasaan (habit) baru dalam pengelolaan sampah. Di Ponpes Al Itqon sendiri, praktik pengelolaan sampah sudah dilakukan sejak 15 tahun lalu, bahkan telah dilengkapi dengan incinerator.

Apresiasi juga diberikan kepada Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) yang bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup Jateng dan Kota Semarang menggelar pelatihan ini. 


Iswar berharap kegiatan ini bisa direplikasi di pesantren-pesantren lain di Kota Semarang.


Senada, Direktur P3M, KH Sarmidi Husna, menambahkan bahwa persoalan sampah kini telah menjadi masalah serius di banyak daerah di Indonesia. Ia mencontohkan bahwa di Yogyakarta, tinggi tumpukan sampah telah mencapai 125 meter, sementara rata-rata daerah lain sudah berada di angka 30 meter lebih.


Sarmidi menegaskan pentingnya pendekatan edukatif dalam pengelolaan sampah, terutama di lingkungan pesantren. Ia juga mengaitkan pentingnya menjaga kebersihan dengan nilai-nilai ajaran Islam.


"Dalam sejarah Islam, pengelolaan sampah adalah bagian dari sunah Rasul. Bahkan Rasulullah SAW secara khusus mendoakan Ummu Mahjad, sahabat yang bertugas menjaga kebersihan masjid," ungkapnya. (SUL)

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube