Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Kedatangan 28 Jemaah Haji Kota Semarang Disambut Haru, Tiga Wafat Saat Ibadah di Tanah Suci

Peluh haru menyambut kedatangan jemaah Haji asal Kota Semarang yang tiba di Islamic Center Manyaran.

SEMARANG — Suasana haru terlihat saat keluarga menyambut kedatangan 28 jemaah haji asal Kota Semarang. Mereka tergabung dalam Kloter 28 dan telah tiba di Islamic Center, Manyaran, pada pukul 20.22 WIB.


Peluk dan tangis bahagia dari para kerabat tak terbendung saat para jemaah haji turun dari bus dan menginjakkan kaki di tanah kelahiran mereka.


Sebelumnya, para jemaah haji asal Kota Semarang berangkat dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pada Jumat, 20 Juni 2025, pukul 00.05 Waktu Arab Saudi, dan mendarat di Tanah Air pukul 18.05 WIB melalui Embarkasi Solo. Setelah itu, mereka langsung diberangkatkan menuju Islamic Center Manyaran, Kota Semarang.


Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang, Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kota Semarang, Dony Aldise Harahap, menyampaikan bahwa Kloter 28 merupakan gabungan dari jemaah haji asal Kota Semarang dan Kabupaten Kendal, dengan total 360 jemaah.


"Yang tiba di Asrama Haji Transit Semarang malam ini hanya 28 jemaah dari Kota Semarang. Mereka datang dengan satu armada bus dan satu ambulans sebagai antisipasi jika ada yang membutuhkan bantuan medis," jelas Dony kepada wartawan Diswayjateng.com, Jumat malam, 20 Juni 2025.


Selanjutnya, Dony menyampaikan bahwa kloter berikutnya yang berasal dari Kota Semarang akan tiba dalam waktu dekat.


"Kloter 30 dijadwalkan mendarat di Bandara Adi Soemarmo Solo pada Sabtu, 21 Juni 2025 pukul 10.00 WIB, Kloter 31 pukul 13.10 WIB, Kloter 32 pukul 18.35 WIB, dan Kloter 33 pada Minggu, 22 Juni 2025 pukul 04.15 WIB," terangnya.


Adapun jumlah total jemaah haji Kota Semarang dari Kloter 30 hingga 33 adalah:


Kloter 30: 352 jemaah


Kloter 31: 348 jemaah


Kloter 32: 351 jemaah


Kloter 33: 329 jemaah


"Keempat kloter tersebut tidak lagi melakukan transit di Embarkasi Donohudan, melainkan langsung diberangkatkan menuju Islamic Center Manyaran, Kota Semarang, dari bandara menggunakan bus," tambah Dony.


Dony juga menginformasikan bahwa dari total jemaah haji yang tiba di Tanah Air hingga saat ini, terdapat tiga jemaah asal Kota Semarang yang wafat saat menjalankan ibadah haji. Ketiganya adalah:


Sodiq bin Zubaidi (Kloter 31), meninggal di Madinah sebelum puncak ibadah Armuzna, dengan penyebab acute coronary syndrome.

Suprapto bin Kasyanto (Kloter 31), meninggal pasca Armuzna, dengan penyebab acute coronary syndrome.


Widodoningsih binti Prawirosoedarmo (Kloter 33), meninggal pasca Armuzna, dengan penyebab usia lanjut dan autoimun.


Ia menambahkan bahwa rata-rata jemaah haji yang meninggal dunia disebabkan oleh faktor usia dan kelelahan saat menjalankan ibadah haji.


"Mayoritas jemaah lansia. Salah satu dari mereka lahir tahun 1941. Kebanyakan wafat karena kondisi fisik yang lemah dan faktor kesehatan," jelas Dony.


Menurutnya, Ibadah Haji 2025 berjalan dengan baik dan lancar sesuai harapan, dan ia berpesan agar para jemaah dapat menjaga kemabruran hajinya.


"Kami harapkan jemaah haji Kota Semarang bisa menjaga kemabruran hajinya. Karena haji mabrur itu terlihat setelah pelaksanaan ibadah, dari perubahan perilaku sehari-hari. Misalnya, sebelumnya jarang ke masjid atau jarang bersedekah, setelah haji semoga bisa lebih rajin beribadah dan berbagi," pesannya.


Dony juga menyampaikan bahwa tahun ini merupakan tahun terakhir penyelenggaraan ibadah haji oleh Kementerian Agama. Mulai tahun depan, penyelenggaraan akan dialihkan ke Badan Penyelenggara Haji.


"Setelah ibadah haji tahun ini selesai, kami harus segera membuat laporan akhir untuk diserahkan ke Kemenag Pusat sebagai bagian dari proses serah terima ke Badan Penyelenggara Haji," tambahnya.


Ma’murotus Sa’adah (48), warga Tambak Aji, Ngaliyan, mengaku bersyukur bisa kembali ke Kota Semarang setelah menunaikan ibadah haji tahun 2025. Menurutnya, pelayanan dari Kementerian Agama sangat memuaskan.


"Alhamdulillah, bersyukur bisa tiba di Semarang lagi dengan selamat. Kami bangga dengan pelayanan yang baik. Kebetulan kami tergabung dalam Kloter 28 dan hanya 28 orang, jadi terasa lebih ringan dan tidak terlalu repot," terangnya.


Sa’adah yang berangkat haji bersama suaminya ini mengaku menunggu selama 13 tahun dan sempat tertunda karena pandemi COVID-19.


"Kami sempat tertunda keberangkatan cukup lama karena COVID-19 yang saat itu tidak memperbolehkan keberangkatan," ujarnya.


Ia juga menuturkan bahwa selama berada di Tanah Suci, dirinya tidak mengalami kejadian-kejadian yang ramai diberitakan di Tanah Air.


"Kalau ada kabar soal huru-hara di Tanah Air, kami tidak mengalami hal semacam itu. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar," pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube