Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Jelang Tahun Ajaran Baru, Pegadaian Depok Semarang Catat Lonjakan Transaksi Gadai hingga Rp2 Miliar

Para nasabah menggadaikan perhiasan untuk kebutuhan sekolahbpada tahhn ajaran baru 2025/2026

SEMARANG — Menjelang tahun ajaran baru 2025/2026, Pegadaian Kanwil XI Semarang Cabang Depok Kota Semarang mengalami lonjakan signifikan dalam transaksi gadai mencapai Rp2 Miliar.


Masyarakat memilih pegadaian sebagai solusi cepat dan aman untuk memenuhi kebutuhan biaya pendidikan, seperti pembayaran uang sekolah, perlengkapan belajar, hingga keperluan kuliah.


Pemimpin Cabang Pegadaian Depok Kota Semarang, Sri Mahartini mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan Outstanding Loan (OSL) sebesar Rp2 miliar dalam dua bulan terakhir.


"Di bulan Mei OSL kami tercatat Rp167 miliar, dan per Juli ini sudah mencapai Rp169 miliar. Artinya, masyarakat masih mempercayakan Pegadaian sebagai solusi dana cepat,” ujarnya saat ditemui wartawan diswayjateng.com di kantornya, Senin 7 Juli 2025.


Sri menambahkan bahwa mayoritas barang yang digadaikan masih didominasi emas, karena dinilai praktis dan bernilai stabil.


"Emas masih jadi pilihan utama, baik perhiasan, emas batangan, bahkan berlian, prosesnya juga mudah, hanya bawa KTP dan barang jaminan, seperti emas atau kendaraan. Setelah ditaksir, langsung bisa cair dalam hitungan menit," jelasnya.


Rata-rata transaksi harian di Pegadaian Depok mencapai Rp400–600 juta dari sekitar 50 an transaksi per hari.


Cabang Depok sendiri memiliki enam unit layanan yang tersebar di wilayah strategis di Kota Semarang seperti Kapuran, Anjasmoro, Indraprasta, Karang Ayu, Simpang Lima.

Terkait jangka waktu gadai, Sri Mahartini menjelaskan bahwa nasabah diberikan tenggat hingga empat bulan.


“Kalau belum bisa menebus, cukup bayar bunga dan administrasi saja untuk perpanjangan. Kami juga memberi pemberitahuan sebelum jatuh tempo lewat surat dan WhatsApp,” tambahnya.


Yeni Sulistyawati, warga Mugassari, Semarang Selatan mengaku rutin memanfaatkan layanan Pegadaian, mengaku terbantu dengan kemudahan proses gadai.


"Saya biasa menggadaikan emas untuk, biaya sekolah, kuliah dan bayar KKN anak atau kebutuhan yang mendadak. Lebih enak di Pegadaian, enggak perlu repot pinjam ke orang. Prosesnya cepat dan enggak bikin malu,” ujarnya sambil tersenyum.


Yeni mengaku baru saja mendapatkan dana Rp8 juta dari emas yang digadaikan.


"Tadi emas yang saya gadaikan dapatnya Rp8 juta, kalau belum bisa bayar dalam empat bulan, tinggal bayar bunga saja untuk perpanjang. Kalau ada rezeki, ya langsung tebus,” tambahnya.


Menurut Sri Mahartini, momen masuk sekolah dan lebaran adalah dua periode dengan aktivitas gadai paling tinggi. Namun menariknya, khusus untuk wilayah Depok, tren saat lebaran justru berbeda.


"Kalau cabang lain biasanya saat lebaran barang banyak ditebus, tapi di Depok justru masih ada yang titip untuk kebutuhan mudik atau persiapan lebaran. Jadi OSL kami tetap positif," jelasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube