SEMARANG — Tren pasar global kini semakin mengarah pada produk ramah lingkungan. Kondisi ini mendorong industri dan IKM di Jawa Tengah untuk memiliki sertifikasi hijau sebagai syarat memasuki pasar internasional, khususnya Uni Eropa.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, menyampaikan hal itu saat menerima audiensi Himpunan Pengusaha Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Hipka) Jawa Tengah di Kantor Disperindag Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang.
“Setelah adanya kebijakan perdagangan di Amerika, banyak industri kini beralih ke Uni Eropa. Di sana ada persyaratan seperti IUDR dan FS, serta kewajiban produk ramah lingkungan,” ujar July pada wartawan.
Ia menjelaskan, audiensi Hipka Jateng bertujuan membahas penguatan Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor.
“Karena itu kami memfasilitasi program Rengganis Pintar (Revitalisasi Green Industry) untuk mendukung IKM dan industri memperoleh sertifikasi hijau secara gratis,” jelasnya.
July menambahkan, saat ini sudah ada tiga industri di Jateng yang berhasil meraih sertifikasi hijau melalui program tersebut, yakni PT Barutama, IKM Batik Ozi, dan IKM Batik Pusat Saka Beruang.
Transformasi itu terbukti membawa efisiensi produksi hingga 21 persen.
Ketua Hipka Jateng, Asrar, menegaskan pihaknya berkomitmen mendorong anggota tidak hanya bertahan di zona nyaman, tetapi juga naik kelas hingga mampu menembus pasar ekspor.
Menurut Asrar, dalam audiensi membawa perwakilan dari 35 kabupaten/kota, termasuk Demak, Kendal, dan Kota Semarang.
"Intinya, kami ingin anggota Hipka bisa berkembang. Disperindag punya program luar biasa, mulai dari pelatihan halal, pelatihan BKGI, hingga pembinaan kemasan produk. Itu semua akan sangat membantu UMKM binaan kami agar lebih kompetitif,” kata Asrar
Asrar juga menyoroti kelemahan sebagian UMKM dalam hal kemasan dan manajemen usaha.
Menurutnya, pembenahan serius diperlukan agar produk lokal tidak hanya mampu bersaing di Jawa Tengah, tetapi juga di pasar nasional bahkan internasional.
“Kami berharap dengan adanya kolaborasi ini, UMKM anggota Hipka bisa naik kelas, memperbaiki kualitas, dan memperluas pasar hingga ekspor,” tegasnya.