Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Hadiri IISMEX 2025, Robby Bawa Bekal Strategi Smart City untuk Pembangunan Kota

BERSAMA : Bersama sejumlah Kepala OPD
Wali Kota Robby Hernawan menghadiri International Expo (JIExpo) Kemayoran
Jakarta Pusat
kemarin. Foto : Ist/ Erna Yunus Basri

SALATIGA — Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG, membawa bekal strategi smart city untuk pembangunan kota saat menghadiri Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2025. 


Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Dr. Safrizal ZA, M.Si, Wali Kota menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperoleh referensi pembangunan kota yang berkelanjutan.


"Saya menghadiri IISMEX di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran di mana dibahas tentang perumahan-perumahan smart yang ideal dan penataan air, terutama PDAM, yang diperlukan untuk kebutuhan dasar masyarakat," kata Robby Hernawan di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin. 


Robby mengaku, hasil forum tersebut akan ia bawa sebagai bekal untuk pembangunan Kota Salatiga agar lebih modern, efisien, dan berdaya saing. 


Forum yang membahas beragam isu strategis dalam pembangunan Smart City. 


Forum ini juga mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59 Tahun 2022 tentang Perkotaan, yang mengatur kelengkapan fasilitas umum dan sosial guna mendukung terciptanya lingkungan kota yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan.


Termasuk di dalamnya, konsep perumahan pintar yang ideal, penataan sistem penyediaan air minum, serta solusi tantangan PDAM untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. 


"Kegiatan ini juga bersinergi langsung dengan program Presiden Republik Indonesia tentang penyediaan 3 juta rumah, yang menekankan ketersediaan hunian layak, modern, dan terjangkau bagi masyarakat," ungkapnya.

Wali Kota Salatiga menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan hasil forum ke dalam perencanaan pembangunan kota.


Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Dr. Safrizal ZA, M.Si, menegaskan pentingnya transformasi paradigma pembangunan kota.


Sebutan Smart City bukan sekadar proyek teknologi informasi, tetapi perubahan budaya kerja yang menuntut komitmen, kapasitas SDM, dan tata kelola yang baik. 


"Dengan sinergi program nasional, termasuk penyediaan 3 juta rumah oleh Presiden, daerah diharapkan mampu menyediakan hunian layak yang terintegrasi dengan layanan publik yang modern dan efisien," jelasnya.


Dr. Safrizal ZA mengurai tantangan penerapan Smart City di daerah, seperti rendahnya kapasitas SDM di bidang teknologi informasi, infrastruktur TI yang belum memadai, hingga komitmen kepala daerah yang masih bervariasi.


Terkait pengelolaan air, forum ini membedah permasalahan PDAM mulai dari pipa tua, kebocoran, tarif di bawah biaya produksi, hingga tantangan tata kelola. 


Berbagai rekomendasi strategis pun disampaikan, di antaranya Pembiayaan infrastruktur berkelanjutan melalui kombinasi pendapatan operasional, investasi, dan hibah. Selain itu konservasi sumber daya air untuk menjaga kualitas dan ketersediaan.


Sementara penerapan teknologi informasi/IoT dan AI guna meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan dan Penerapan satu tarif dasar air yang transparan, disertai kebijakan subsidi tepat sasaran.


Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube