Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Gerakan Pangan Murah Semarang 2025, 1.530 Titik RW, Harga Pangan Stabil, Inflasi Terkendali

Pemkot Semarang dan Bank Indonesia menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 1.530 titik RW. Program ini menjadi langkah konkret menjaga stabilitas harga pangan. (ist)

SEMARANG — Menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Pemerintah Kota Semarang bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 1.530 titik RW.


Program ini menjadi langkah konkret menjaga stabilitas harga pangan, memastikan ketersediaan bahan pokok, dan memperluas akses pangan murah, aman, dan berkualitas langsung di lingkungan warga.


Acara pembukaan terpusat di Lapangan Sepak Bola Bumirejo, Kelurahan Pudakpayung, Banyumanik, dihadiri Wali Kota Semarang Agustina, Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng Andi Reina Sari, Ketua Perum BULOG Cabang Semarang Rendy Ardiansyah, serta pelaku UMKM dan perangkat daerah.


BULOG menyalurkan 15.149 paket beras SPHP kemasan 5 kg atau total 75,745 ton di seluruh titik GPM. Selain beras, warga juga dapat membeli bawang merah, bawang putih, minyak goreng, serta produk UMKM lokal seperti bandeng presto, otak-otak, jamu tradisional, dan jajanan khas Semarang dengan harga terjangkau.


Wali Kota Agustina menegaskan, GPM dan Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang) merupakan program berkelanjutan, bukan sekadar acara seremonial. 


"Ini strategi jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan, melindungi daya beli masyarakat, dan menstabilkan harga. Kuncinya adalah konsistensi dan inovasi," ujarnya, Minggu 10 Agustus 2025.


Agustina berharap, melalui gerakan ini, kesadaran akan pentingnya konsumsi pangan aman dan terjangkau semakin meningkat. 

"Dengan kolaborasi semua pihak, kesejahteraan warga akan tetap terjaga di tengah dinamika harga pangan," tutup Agustina.


Menurut Deputi BI Jateng Andi Reina Sari, inflasi Kota Semarang pada Juli 2025 tercatat 0,23 persen (month to month), dengan beras dan bawang merah sebagai penyumbang utama. 


Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, BI, BULOG, dan UMKM untuk memastikan pasokan aman dan harga stabil.


Kota Semarang sendiri berhasil menekan inflasi dari 22 persen menjadi 6,7 persen dalam setahun terakhir, sebuah capaian yang diapresiasi Gubernur Jawa Tengah Achmad Luthfi. 


Keberhasilan ini didukung program seperti Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman), BUMP Lumpang Semar Sejahtera yang memangkas rantai distribusi, serta delapan armada Kempling Semar yang melayani empat titik RW setiap hari.


Program GPM memberikan manfaat ganda yakni, warga mendapat bahan pokok murah di lingkungan terdekat, pelaku UMKM memperoleh peluang promosi dan penjualan, sementara pemerintah dapat mengendalikan inflasi serta memperkuat distribusi pangan.(SUL)

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube