Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Sejarah Hari Jadi Jawa Tengah, Prof Singgih: Jateng Barometer Kemerdekaan

Sejarawan Universitas Diponegoro
Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono
meni

SEMARANG — Pada 19 Agustus 2025, Provinsi Jawa Tengah genap berusia 80 tahun. Penetapan hari jadi ini merujuk pada hasil Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 19 Agustus 1945, dua hari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI.


Dalam sidang tersebut, dibentuk delapan provinsi di Indonesia, termasuk Jawa Tengah, dan Raden Pandji Soeroso ditunjuk sebagai gubernur pertama.


Penetapan de facto ini kemudian diperkuat secara de jure melalui Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2023. Hingga 2025, Jawa Tengah telah dipimpin oleh 16 gubernur, mulai dari Raden Pandji Soeroso hingga Ahmad Luthfi yang menjabat untuk periode 2025–2030.


Sejarawan Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, menilai 19 Agustus 1945 sebagai hari jadi Jawa Tengah merupakan pilihan yang tepat.


Menurut Prof Singgih, tanggal itu menandai fakta bahwa dua hari setelah kemerdekaan, PPKI langsung membentuk struktur pemerintahan, termasuk Provinsi Jawa Tengah.


"Jateng lahir di tengah kancah revolusi, sehingga memiliki nilai perjuangan dan kontribusi besar dalam mempertahankan kemerdekaan,” ujar Prof Singgih dalam rilis resmi Pemprov Jateng , Selasa 9 Agustus 2025.


Menurut Prof. Singgih, kelahiran Jawa Tengah yang berdekatan dengan momen kemerdekaan dapat menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda.


“Pembelajaran sejarah tidak cukup hanya romantis mengenang masa lalu. Anak muda butuh pengalaman realistis, termasuk ruang untuk mengkritik dan memberi masukan demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” tegasnya.


Duta Wisata Kabupaten Temanggung 2025, Muhammad Luthfi Firdaus, menambahkan, peringatan hari jadi ke-80 ini menjadi pengingat bagi generasi milenial dan zilenial akan pentingnya menjaga warisan budaya dan sejarah.


Ia berharap Jawa Tengah semakin terbuka terhadap ide kreatif anak muda, memberi ruang inovasi, wirausaha kreatif, dan kolaborasi untuk mengangkat potensi daerah ke level global.


Adapun Rangkaian Acara Hari Jadi ke-80 Jateng

Peringatan akan berlangsung 18–24 Agustus 2025 di Batang, Jepara, dan Kota Semarang.


Batang


18 Agustus malam:

Jateng Bersholawat di Alun-alun


19 Agustus pagi:

Upacara peringatan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB)


Jepara


19 Agustus malam:

Opening Ceremony di Alun-alun Jepara (hiburan NDX AKA)


20 Agustus:

One Day Trip Karimunjawa


23 Agustus:

Jepara Art Carnival (14.00 WIB, Tugu Kartini–Alun-alun)


24 Agustus:

Fun Walk dan Festival 10.000 Mangkok Soto (pecahkan Rekor MURI)



Kota Semarang


20–22 Agustus:

Pameran UMKM, kuliner, dan jamu di Halaman Kantor Gubernur/DPRD Jateng


21–22 Agustus:

Job Fair di Kantor Disnakertrans Jateng


21 Agustus malam:

Parade Seni Budaya (Tugu Air Mancur Pahlawan–Mapolda Jateng)


24 Agustus:

Closing Ceremony di Lapangan Pancasila Simpang Lima (menampilkan Gigi dan Setia Band)

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube