Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Fadli Zon Apresiasi Pelestarian Situs Bersejarah di Kota Salatiga

MENGUNJUNGI - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengunjungi sejumlah situs bersejarah di Kota Salatiga
Selasa 28 Oktober 2025. (Istimewa)

SALATIGA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengunjungi sejumlah situs bersejarah sekaligus peradaban dan kebudayaan di Kota Salatiga, Selasa 28 Oktober 2025.


Kedatangan Fadli Zon sekaligus membuka 2025 International Congress of the UISPP (International Union of Prehistoric and Protohistoric Sciences) di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). 


Rangkaian kunjungan diawali dengan melihat dari dekat Rumah Dinas Wali Kota di Jalan Diponegoro Salatiga. Fadli Zon tampak terkesan dengan bangunan berarsitektur kolonial yang juga memiliki nilai historis tinggi. 


Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Robby Hernawan memaparkan rencana Pemkot Salatiga untuk mengubah rumah dinas tersebut menjadi museum sejarah Kota Salatiga. Nantinya bangunan tersebut akan dijadikan sarana edukasi dan pelestarian warisan budaya. 


Kunjungan selanjutnya dilakukan di Gedung Pakuwon, salah satu bangunan kolonial tertua di Salatiga. Bangunan ini konon pernah menjadi pusat administrasi pemerintahan pada masa Hindia Belanda.


Gedung ini menjadi saksi sejarah Perjanjian Salatiga yang ditandatangani pada 17 Maret 1757. Perjanjian Salatiga merupakan kelanjutan dari Perjanjian Giyanti.


Gedung ini menyimpan nilai historis tinggi dan merupakan simbol penting perjalanan pemerintahan di wilayah Salatiga. 


Kunjungan berlanjut ke Gedung Papak, bangunan bersejarah lain yang kini menjadi Kantor Wali Kota Salatiga. Gedung ini dulunya difungsikan sebagai pusat pemerintahan kolonial dan hingga kini masih mempertahankan arsitektur aslinya.

Fadli Zon menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen Pemkot Salatiga dalam melestarikan bangunan cagar budaya dan sejarah. 


"Bangunan-bangunan bersejarah seperti Gedung Pakuwon, Gedung Papak, dan Rumah Dinas Wali Kota ini merupakan aset bangsa yang tak ternilai," ungkap Fadli Zon. 


Ia mengingatkan pelestariannya bukan hanya soal menjaga bentuk fisik, tetapi juga menjaga ingatan kolektif tentang jati diri bangsa.


Sementara, Wali Kota menegaskan bangunan bersejarah bukan sekadar peninggalan masa lalu tetapi fondasi untuk membangun identitas kota di masa depan. 


"Pemerintah Kota Salatiga terus berupaya menyeimbangkan pembangunan modern dengan pelestarian nilai sejarah," paparnya. 


Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Pemerintah Kota Salatiga dalam menjaga, merawat, serta menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah dan kebudayaan di Kota Salatiga. 


Kunjungan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari Wali Kota Salatiga kepada Menteri Kebudayaan berupa ikat kepala, miniatur Tugu Jam, serta buku sejarah Kota Salatiga. 


Sebaliknya, Menteri Fadli Zon menyerahkan cinderamata berupa buku sebagai simbol persahabatan dan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya di Kota Salatiga.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube