Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Dua Rumah di Semarang Hangus Terbakar, Pemkot Rehab Bangunan Korban

Wali Kota Semarang Agustina meninjau rumah warga yang terbakar di RT 008 RW 002 Kelurahan Candi Kecamatan Candisari. (Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Dalam kurun waktu tiga hari, dua rumah warga di Kota Semarang ludes terbakar. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan memberikan bantuan pembangunan rumah baru bagi keluarga yang terdampak melalui program rumah layak huni.


Seperti halnya kebakaran di Jalan Jomblang Perbalan, RT 008 RW 002, Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari yang terjadi pada Sabtu, 13 September 2025 sore.


Rumah milik Siti Khotimah (66) hangus rata dengan tanah. Tragisnya, korban ditemukan meninggal dunia karena terjebak di kamar mandi saat api membesar.


Seluruh bangunan beserta isinya tidak terselamatkan akibat kobaran api yang cepat merambat. Warga sempat berupaya membantu, namun medan lokasi cukup sulit sehingga si jago merah sulit dipadamkan.


Tiga hari kemudian, Senin, 15 September 2025 kebakaran kembali melanda. Kali ini api menghanguskan rumah milik Ketua RT di Jalan Bedas Utara, Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, sekitar pukul 10.00 WIB. Rumah tersebut juga tidak bisa lagi ditempati.


Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan rasa prihatinnya atas rentetan musibah ini. Pemkot, kata dia, sudah menyiapkan langkah penanganan mulai dari pembersihan puing hingga pembangunan rumah baru.

“Kami punya program untuk membangun kembali rumah warga yang terbakar. Tidak hanya dari anggaran Pemkot, tapi juga melalui kolaborasi dengan mitra dan lembaga sosial,” jelas Agustina kepada diswayjateng.com usai meninjau lokasi di Candisari, Selasa, 16 September 2025.


Agustina menegaskan, pemerintah juga telah memetakan wilayah rawan bencana, baik kebakaran, banjir, maupun longsor. Ia mengingatkan warga untuk lebih waspada, terutama terhadap risiko korsleting listrik atau aktivitas yang berhubungan dengan api.


Sementara itu, Kepala Disperkim Kota Semarang, Yudi Wibowo, memastikan pembangunan rumah korban kebakaran segera dimulai.


Pemkot telah menyiapkan anggaran sebesar Rp40 juta dari APBD ditambah dukungan material dari Baznas, PMI, serta pihak swasta.


“Targetnya, rumah korban di Candisari bisa selesai sebelum akhir bulan ini. Untuk kebakaran di Dadapsari juga sudah disurvei tim, dan segera dilakukan intervensi,” ujar Yudi.


Ia menambahkan, pada perubahan anggaran tahun ini terdapat 25 rumah warga yang mendapat bantuan, dengan 10 rumah sudah dipastikan direhabilitasi. Program ini tidak hanya untuk korban kebakaran, tetapi juga bagi warga yang tinggal di rumah tak layak huni.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube