Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Demo Lagi, Siswa SMAN 11 Semarang Tuntut Transparansi Kasus Video AI

LAGI - Siswa SMAN 11 Semarang kembali menggelar aksi di komplek sekolah Jalan Lamper Tengah
Jumat 24 Oktober 2025. (umda/diswayjateng.com)

SEMARANG — Ratusan siswa SMAN 11 Semarang kembali menggelar aksi unjuk rasa di komplek sekolah di Jalan Lamper Tengah, Semarang, Jumat 24 Oktober 2025.


Dalam aksi tersebut, para siswa membawa poster dan spanduk bertuliskan “Kami Butuh Keadilan” serta sejumlah tuntutan lain.


Mereka mendesak pihak sekolah menuntaskan kasus yang melibatkan Chiko Radityatama Agung Putra, alumni SMAN 11 Semarang, yang diduga membuat dan menyebarkan konten pornografi berbasis kecerdasan buatan (AI).


Para siswa yang mengenakan seragam Pramuka itu menuntut kepala sekolah bersikap transparan dalam menangani kasus yang dinilai telah mencemarkan nama baik sekolah dan merugikan para korban.


Kepala SMAN 11 Semarang, Roro Tri Widyastuti SPd bersama Kabid SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Kustrianto, sempat berdiri di hadapan massa aksi untuk menenangkan para siswa. Namun, aksi tersebut tampak ditutup-tutupi oleh pihak sekolah.


Sejumlah awak media yang berupaya meliput dilarang masuk ke area sekolah.


Pintu gerbang dijaga ketat oleh petugas keamanan yang menolak wartawan untuk mengambil gambar atau mewawancarai peserta aksi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan tanggapan resmi. Aksi ini merupakan yang kedua kalinya, setelah unjuk rasa pertama digelar pada Senin 20 Oktober 2025 lalu.


Saat itu, siswa kelas X hingga XII juga menuntut transparansi penanganan kasus penyebaran konten pornografi yang melibatkan siswa dan alumni mereka.


Beberapa poster bertuliskan “Datangkan Chiko”, “Korban Butuh Keadilan”, “Klarifikasi Jangan Ditutup”, hingga “Roro Out” diangkat tinggi oleh peserta aksi.


Salah satu orator, Albani Telanai P, mengecam sikap kepala sekolah yang dianggap tidak konsisten dalam penanganan kasus tersebut.


“Kesepakatannya klarifikasi dilakukan secara terbuka. Tapi kepala sekolah tiba-tiba memindahkannya ke ruang tertutup tanpa saksi. Itu keputusan sepihak,” tegasnya.


Para siswa mendesak agar klarifikasi dilakukan ulang secara terbuka, sesuai kesepakatan awal.


Diketahui sebelumnya, kasus ini mencuat setelah Chiko, alumni SMAN 11 Semarang, diduga mengunggah dan memanipulasi foto teman serta gurunya menggunakan aplikasi AI untuk membuat konten pornografi denga

n mencantumkan nama sekolah.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube