Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

CKG Anak Sekolah di Kota Semarang, Mayoritas Kelebihan Berat Badan

DIPERIKSA- 24.900 anak sekolah di Semarang sudah mengikuti program cek kesehatan gratis (CKG) sejak 21 Juli 2025 lalu. (wahyu sulistiyawan/disway jateng)

SEMARANG — Pemkot Semarang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk anak sekolah.


Hasil sementara dari 24.900 anak yang telah diperiksa mengungkapkan data mengejutkan 36 persen mengalami karies gigi, 5,8 persen prehipertensi, 0,14 persen diabetes, dan 5,65 persen prediabetes. Lebih mencolok lagi, 74 persen terdeteksi mengalami kelebihan berat badan.


Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam, menjelaskan program ini sudah dimulai sejak 21 Juli 2025 dan akan dilakukan secara bertahap hingga mencakup seluruh 291 ribu anak di 1.023 sekolah di Kota Semarang, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.


“Hasil cek kesehatan gizi gratis ini menunjukkan karies gigi sekitar 36 persen, prehipertensi 5,8 persen, diabetes 0,14 persen, dan prediabetes 5,65 persen. Yang overweight cukup tinggi, mencapai 74 persen,” ujar Abdul Hakam di SLB Negeri Semarang, Senin 4 Agustus 2025.


Program CKG yang diluncurkan oleh Menteri Kesehatan, Dirjen SDM Kesehatan, Sekda Provinsi Jawa Tengah, dan Wali Kota Semarang ini merupakan lanjutan dari screening kesehatan gratis untuk dewasa yang sudah berjalan sejak Februari.

Menurut Hakam, pemeriksaan untuk anak SD mencakup 13 item, sementara untuk SMP dan SMA mencapai 15 item. Pemeriksaan meliputi antropometri, deteksi kesehatan gigi, telinga, tekanan darah, hingga gula darah.


“Target kita memeriksa semua anak dalam setahun. Setiap temuan seperti berat badan berlebih atau gangguan kesehatan lainnya akan ditindaklanjuti oleh Puskesmas bersama dokter spesialis sesuai kebutuhan,” jelasnya.


Hakam menambahkan, di Kota Semarang sendiri terdapat 1023 sekolah, yang terdiri dari 613 SD, SMP 230, dan SMA ada 182.


"Data yang terkumpul akan diperbarui secara berkala di dashboard kesehatan Kota Semarang. Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat melakukan intervensi dini untuk mencegah masalah kesehatan jangka panjang pada anak-anak," terangnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube