Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Cairan Biru Cemari Drainase Bugangan, DLH Kota Semarang Lakukan Penelusuran Sumber Pencemaran

Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang meneliti dan menelusuri simber cairan bewarna biru yang mencemari drainase di jalan Citarum. (Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Warga Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur, dikejutkan oleh munculnya cairan berwarna biru yang mengalir di saluran drainase hingga menuju Sungai Kalibanger di Jalan Citarum.


Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan jenis dan sumber cairan yang mencemari aliran drainase tersebut.


Purwanto salah satu warga mengatakan pertama kali melihat cairan itu mengalir sejak Rabu malam.


“Tadi malam saya cek warnanya masih agak hijau, paginya sudah berubah jadi biru,” ujarnya, Kamis 20 November 2025.


Menurutnya, cairan muncul dari arah selokan kecil di sekitar Stadion Citarum. Warga menduga cairan itu merupakan limbah cat atau bahan pewarna tekstil.


"Informasinya dari yang ngecek itu cat, mungkin cat yang dibuang atau cat kedaluwarsa. Tapi itu baru dugaan,” jelasnya.


Purwanto menyebut sejauh ini tidak ditemukan ikan mati di aliran drainase tersebut. Warga juga sempat memastikan apakah cairan itu berbahaya.

“Ada yang coba mencebur untuk memastikan. Tidak ada efek langsung. Tapi soal ikan belum tahu,” katanya.


Kasi Pembangunan Kelurahan Bugangan, Andika Dwi Wicaksono, membenarkan bahwa cairan biru tersebut mulai terpantau sejak Rabu sore sekitar pukul 16.00. Ia menyebut kejadian ini merupakan yang pertama kali terjadi di wilayah Bugangan.


“Kami bersama DLH Kota Semaranh masih menelusuri titik awal sumber pencemaran. Penelusurannya mulai dari Jalan Barito, Jalan Arteri, Jalan Cilosari sampai Jalan Budangan,” ujar Andika.


Aliran cairan tersebut kemudian bermuara hingga ke Sungai Cipayung dan mengalir ke Sungai Kalibanger. Andika menegaskan pihaknya belum bisa memastikan kandungan cairan itu sebelum hasil uji laboratorium DLH keluar.


“Untuk jenis cairannya kami belum mengetahui. Tidak tercium bau menyengat dan belum ditemukan dampak seperti ikan mati. Semuanya masih menunggu hasil laboratorium dari DLH Kota Semarang,” jelasnya.


Ia menambahkan di wilayah Bugangan tidak terdapat industri tekstil atau pabrik pewarna kain yang berpotensi menjadi sumber pencemaran. “Secara wilayah, tidak ada pabrik kain di sini. Karena itu kami fokus mencari titik awal aliran cairan biru tersebut,” imbuhnya.


Hingga berita ini diturunkan, DLH Kota Semarang masih melakukan penelitian dilaboraturium dari pengambilan sampel untuk memastikan jenis zat dan sumber pencemaran. (Sul)