Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Budaya Keselamatan Berkendara Masih Rendah, Solusi Edukasi Lalu Lintas dari Sekolah hingga Komuntas

Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia menjadi cermin bahwa budaya keselamatan berkendara belum sepenuhnya tertanam di masyarakat. (istimewa)

SEMARANG — Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia menjadi cermin bahwa budaya keselamatan berkendara belum sepenuhnya tertanam di masyarakat. Di tengah kepadatan jalan raya, masih banyak pengendara yang abai terhadap aturan lalu lintas dan keselamatan diri.


Menurut data Korlantas Polri, sepanjang tahun 2024 tercatat lebih dari 120 ribu kasus kecelakaan lalu lintas dengan mayoritas korban berasal dari kalangan usia produktif, terutama pengendara roda dua.


Pakar transportasi Universitas Diponegoro Semarang, Hermawan Sugiarto mengatakan banyak pengendara mengabaikan penggunaan helm standar, berkendara melebihi batas kecepatan, hingga menggunakan ponsel saat menyetir.


"Masalahnya bukan hanya soal infrastruktur, tapi lebih ke budaya dan perilaku berkendara yang masih minim kesadaran keselamatan," katanya Selasa 10 Juli 2025.


Pentingnya edukasi sejak usia sekolah menjadi salah satu upaya utama untuk menanamkan budaya tertib lalu lintas. Pemerintah Kota Semarang, melalui Dinas Perhubungan, telah menggencarkan program “Road Safety Goes to School”.


"Kami masuk ke sekolah-sekolah untuk memberi pemahaman tentang etika dan keselamatan berkendara, agar ketika mereka mulai aktif berkendara sudah memiliki kesadaran sejak dini," ujar Eka Rahayu, Kepala Seksi Pendidikan Lalu Lintas Dishub Kota Semarang.

Tak hanya pemerintah, komunitas juga aktif bergerak. Salah satunya adalah Komunitas Helm Aman (KHA) yang rutin mengadakan kampanye pentingnya penggunaan helm SNI dan simulasi keselamatan jalan.


"Kami tidak hanya membagikan helm gratis, tapi juga melakukan edukasi bagaimana memilih helm yang tepat dan menjaga sikap berkendara yang benar," kata Dwi Prasetyo, Ketua Komunitas Helm Aman.


Di era digital, media sosial menjadi alat ampuh untuk menyebarkan pesan keselamatan. Kampanye bertagar seperti #IngatHelm, #JanganMainHPdiJalan, dan #TertibItuKeren mampu menjangkau kalangan muda dengan cara yang lebih kekinian.


"Anak muda lebih responsif pada konten visual dan video pendek. Karena itu, kami buat konten edukasi yang ringan tapi berdampak, seperti video animasi dan testimoni korban kecelakaan," ujar Vina Ayu, digital creator yang fokus pada keselamatan jalan.



Safety Riding Camp, #Cari_Aman, Safety Riding Lab, SMKN 1 Bulakamba, Astra Motor Jateng, Honda Jateng


Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube