Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Anak Yatim dan Duafa Rayakan Kemerdekaan Bersama MTT, Mardi Waluyo, dan Human Initiative

Puluhan anak yatim dan duafa mengikuti perlombaan perayaan HUT ke 80 Kemerdekaan RI bersama MTT
Mardi Waluyo
dan Human Initiative. (ist)

SEMARANG — Puluhan anak yatim dan duafa tampak ceria tersenyum bahagia saat mengikuti rangkaian acara Merdeka Bersama Yatim dan Duafa yang digelar oleh Majelis Telkomsel Takwa (MTT), Yayasan Mardi Waluyo, dan Human Initiative Jawa Tengah.


Acara ini bukan sekadar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, tetapi juga menjadi momen penting untuk berbagi kebahagiaan, kepedulian, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.


Sejak pagi, anak-anak telah antusias mengikuti berbagai kegiatan yang dipersiapkan panitia. Edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi salah satu agenda utama. Melalui metode sederhana dan menyenangkan, para relawan mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.


Tak berhenti di situ, suasana semakin semarak dengan hadirnya lomba-lomba khas kemerdekaan. Tawa riang terdengar ketika anak-anak mengikuti lomba makan kerupuk, balap kelereng, hingga tarik tambang. Bagi mereka, pengalaman ini menjadi kesempatan langka untuk merayakan Hari Kemerdekaan bersama teman sebaya.


Kepala Cabang Human Initiative Jateng, Ferdiansyah, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran Majelis Telkomsel Takwa, Yayasan Mardi Waluyo, Laz Bina Amal, mahasiswa KKN Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Undip yang sudah menyelenggarakan lomba kemerdekaan untuk anak yatim dan duafa ini.


"Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Majelis Telkomsel Takwa, Yayasan Mardi Waluyo, Laz Bina Amal, mahasiswa KKN Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Undip, serta HIVE Semarang. Harapannya sinergi ini dapat terus berlanjut dan memberi manfaat lebih luas," ujarnya, Sabtu 23 Agustus 2025.


Puncaknya, panitia menyalurkan bantuan pendidikan tunai serta membagikan paket perlengkapan sekolah. Senyum sumringah terlihat di wajah anak-anak yang menerima tas, buku, hingga alat tulis baru.

Sementara itu, perwakilan dari MTT, Wahyu, menekankan pentingnya kebersamaan dalam aksi sosial.


"Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Karena itu, kerja sama seperti ini sangat berarti," tuturnya.


Ketua Yayasan Mardi Waluyo, Siti Handayu, juga memberikan pandangannya terkait kepedulian terhadap anak-anak yatim.


"Kami berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Anak-anak yatim memiliki hak yang sama untuk belajar, bermain, dan ikut merayakan kemerdekaan yang kini telah mencapai usia 80 tahun atau 10 windu," katanya.


Bagi sebagian anak yatim, kemerdekaan bukan sekadar simbol bendera merah putih yang berkibar. Lebih dari itu, kemerdekaan berarti kesempatan untuk belajar tanpa hambatan, bermain tanpa rasa minder, dan tumbuh dengan penuh kasih sayang.


Kegiatan ini menjadi ruang bagi mereka untuk merasakan bahwa masyarakat tetap peduli dan hadir untuk mendukung masa depan mereka. Dengan adanya sinergi antara berbagai lembaga, mereka dapat menikmati momen kebahagiaan yang mungkin jarang dirasakan.


Melalui acara ini, MTT, Yayasan Mardi Waluyo, dan Human Initiative berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut. Bukan hanya dalam momentum kemerdekaan, tetapi juga dalam program-program lain yang berkelanjutan di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube