Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Agustina Dorong Kepedulian Kesehatan Mental Remaja di Era Digital

Wali Kota Semarang Agustina meluncurkan program PIJAR (Pemuda Peduli dan Jaga Kesehatan Mental Remaja) di RSUD KRMT Wongsonegoro (RSWN)
kemarin. (dok. pemkot semarang)

SEMARANG — Pemkot Semarang bersama Rumah Sakit Daerah KRMT Wongsonegoro (RSWN) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang meluncurkan Program PIJAR (Pemuda Peduli dan Jaga Kesehatan Mental Remaja). 


Program ini menjadi gerakan kolaboratif lintas sektor untuk memperkuat ketahanan mental remaja di tengah derasnya pengaruh dunia digital.


Peluncuran PIJAR berlangsung di Ballroom Paviliun Amarta Lantai 3 RSWN Semarang, sekaligus dirangkai dengan Seminar Kesehatan Mental Remaja bertema “Scroll With Care: Remaja, Media Sosial, dan Kesehatan Mental.”


Kegiatan ini diikuti oleh 90 guru Bimbingan Konseling (BK) SMP se-Kota Semarang, 20 pengurus KNPI, serta 10 mahasiswa BEM Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP).


Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan apresiasi tinggi kepada RSWN, KNPI, dan Fakultas Psikologi UNDIP atas inisiatif membangun jejaring pendampingan kesehatan mental bagi pelajar.


“Saya sangat bersyukur KNPI bersama RSWN dan Fakultas Psikologi Undip berinisiatif turun langsung ke sekolah-sekolah, terutama tingkat SMP. Usia remaja adalah masa yang sangat rentan terhadap gangguan mental, sehingga diperlukan pendampingan yang intens,” ujar Agustina, Selasa 14 Oktober 2025.


Ia menilai, tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah derasnya arus informasi dari media sosial. Media digital, kata Agustina, kini tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang pembentukan identitas diri yang berpengaruh pada kesehatan mental.


“Sering kali anak-anak mencari validasi sosial dari layar ponsel mereka. Tanpa pendampingan yang tepat, mereka bisa kehilangan arah,” tambahnya.


Agustina juga menegaskan pentingnya peran guru BK dan sekolah dalam menjaga kesehatan mental pelajar. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang aman bagi siswa untuk bercerita dan menyalurkan emosi.


“Guru BK bukan hanya pembimbing akademik, tetapi juga garda terdepan dalam menjaga ketahanan mental anak-anak kita,” tegasnya.


Direktur RSWN, dr. Eko Krisnarto, Sp.KK, menjelaskan bahwa masalah kesehatan jiwa menjadi salah satu tantangan serius di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, lebih dari 35 juta warga Indonesia mengalami depresi, dan sebagian besar berasal dari kelompok usia remaja.

Sebagai langkah nyata, RSWN mengembangkan instrumen deteksi dini gangguan mental remaja berbasis digital bernama Sultan Mataram. Aplikasi ini telah terintegrasi dalam MyRSWN dan bisa diunduh melalui Playstore.


“Sejak 2024, RSWN sudah mengunjungi 15 sekolah di Semarang. Lebih dari 6.000 siswa telah melakukan skrining mandiri, dan 720 di antaranya terindikasi membutuhkan pendampingan psikolog,” jelas dr. Eko.


Ketua DPD KNPI Kota Semarang, Yohana Citra Mahardika atau akrab disapa Citra, menegaskan bahwa Program PIJAR bukan sekadar kegiatan seremonial. Setelah peluncuran, tim PIJAR akan melakukan kunjungan langsung ke SMP-SMP di seluruh Kota Semarang.


“Usai seminar ini, kami akan turun langsung bersama Gerakan Sehat Mental dari BEM Psikologi UNDIP. Kegiatan di sekolah nanti akan diisi dengan sesi berbagi, afirmasi positif, dan aktivitas menyenangkan bagi siswa,” tutur Citra.


Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen KNPI untuk mendampingi remaja menghadapi tekanan hidup di era modern.


“Kami ingin memastikan tidak ada remaja di Semarang yang merasa sendirian menghadapi tantangan mental. PIJAR hadir sebagai teman sekaligus jembatan bagi mereka,” tegasnya.


Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber ahli, di antaranya dr. Yulia Ratna Sofa, Sp.KJ (Spesialis Kesehatan Jiwa RSWN), CVR Abimanyu, S.Psi., M.Psi., Psikolog (Dosen Psikologi Universitas Soegijapranata), dan Yanuarisca N.C. Pratiwi, S.Psi dari Komisi Kesehatan KNPI Semarang.


Mereka membahas berbagai isu penting, mulai dari layanan rehabilitasi mental remaja, dampak media sosial terhadap psikologis anak muda, hingga peran pemuda dalam meningkatkan kesadaran kesehatan mental.


Program PIJAR menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem kesehatan mental remaja di Kota Semarang. Kolaborasi ini tidak berhenti pada seminar, tetapi berlanjut dengan pendampingan rutin dan skrining langsung ke sekolah-sekolah SMP.


Wali Kota Agustina berharap gerakan ini bisa menjadi model bagi daerah lain dalam membangun generasi yang sehat secara mental dan emosional.


“Kami ingin anak-anak Semarang tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental,” pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube