Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

27 Anggota Paskibraka Dikukuhkan, Wali Kota Semarang: Cintai Produk Lokal

DIKUKUHKAN - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengukuhkan 27 anggota Paskibraka Kota Semarang. (ist.)

SEMARANG — Sebanyak 27 putra-putri terbaik Kota Semarang resmi dikukuhkan Wali Kota Semarang Agustina sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kota Semarang Tahun 2025. Momen sakral ini menjadi penanda tuntasnya proses seleksi ketat dan pelatihan intensif yang telah dilalui para calon pengibar bendera.


Agustina menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan hanya seremoni, melainkan simbol tanggung jawab besar bagi para anggota Paskibraka.


"Kalian adalah 27 putra-putri terbaik Kota Semarang yang telah menjalani seleksi dan latihan penuh semangat. Hari ini, kalian berdiri sebagai bagian dari sejarah perjuangan bangsa," ujarnya di ruang Loka Krida Balai Kota Semarang, Kamis 14 Agustus 2025.


Menurutnya, nilai kerja sama, keteguhan hati, dan komitmen yang dipupuk selama pelatihan akan menjadi bekal berharga dalam tugas dan kehidupan ke depan. 


Ia mengingatkan bahwa tugas mengibarkan bendera pada 17 Agustus bukan hanya ritual, tetapi momentum untuk menyalurkan semangat para pahlawan dan membuktikan kecintaan pada tanah air.


Agustina juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua, guru, pelatih, dan pembina yang telah berperan dalam keberhasilan para anggota Paskibraka. 

Ia menyoroti tantangan generasi muda saat ini yang berbeda dari masa penjajahan fisik di masa lalu, yakni ancaman “penjajahan” melalui sistem ekonomi yang tidak terlihat.


"Sekarang tantangannya jauh lebih besar. Penjajahan terjadi lewat sistem ekonomi yang mengancam kedaulatan bangsa, termasuk di sektor pangan," jelasnya.


Lebih lanjut, Agustina menekankan pentingnya mencintai produk lokal dan menjaga kemandirian pangan, dengan mencontohkan kasus benih bayam dan padi yang kini banyak bergantung pada pabrikan luar negeri. Menurutnya, hal ini harus menjadi kesadaran kolektif generasi muda untuk melawan ketergantungan tersebut.


"Kemandirian pangan adalah benteng untuk melepaskan diri dari penjajahan ekonomi. Mari belajar membuat benih padi alami seperti leluhur kita, demi menjaga kedaulatan bangsa," tegas Agustina.


Ia juga berharap para anggota Paskibraka dapat menjalankan tugas dengan keyakinan, kebanggaan, dan rasa cinta tanah air. "Selamat atas pengukuhan ini, jadilah penjaga Sang Saka Merah Putih dan penyebar semangat nasionalisme," pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube