SEMARANG — PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 4 Semarang mencatat pencapaian luar biasa selama masa libur sekolah tahun 2025. Selama periode 23 Juni hingga 13 Juli 2025, sebanyak 1.121.123 penumpang tercatat menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 4.
Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api sebagai pilihan utama perjalanan liburan. Dari total tersebut, sebanyak 557.649 penumpang melakukan keberangkatan, dan 563.474 penumpang merupakan kedatangan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan, secara rata-rata, Daop 4 melayani sekitar 48.744 penumpang setiap hari.
"Puncak arus keberangkatan terjadi pada Minggu, 29 Juni 2025, dengan jumlah 32.058 penumpang. Sedangkan puncak kedatangan tercatat pada Senin, 30 Juni 2025, dengan 28.998 penumpang," ujarnya, Rabu 16 Juli 2025.
Selama periode tersebut, Stasiun Semarang Tawang menjadi yang tersibuk dengan volume keberangkatan sebanyak 162.210 penumpang dan kedatangan 166.047 penumpang. Disusul oleh Stasiun Semarang Poncol, Tegal, Pekalongan, Pemalang, Cepu, dan Ngrombo yang juga mengalami lonjakan penumpang signifikan.
Franoto menambahkan, tingginya mobilitas ini mencerminkan minat masyarakat yang terus meningkat terhadap moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayakan perjalanan liburannya kepada KAI. Antusiasme masyarakat ini menjadi semangat kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan," ungkapnya.
Dalam catatan KAI Daop 4, rute-rute jarak jauh seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung masih menjadi destinasi favorit.
Namun, perjalanan jarak menengah dan pendek juga menunjukkan tren peningkatan, terutama dari kalangan pemudik lokal dan wisatawan domestik yang memanfaatkan masa liburan untuk mengunjungi keluarga atau destinasi wisata di sekitar Jawa Tengah.
"KAI Daop 4 terus berkomitmen memberikan layanan terbaik yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Ini adalah bukti nyata bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam bepergian," tambah Franoto.