Banjarnegara — Ribuan warga memadati lapangan Desa Banjarkulon, Kecamatan Banjarmangu, pada Kamis malam 22 Agustus 2025, dalam sebuah malam budaya yang sarat makna. Gelaran wayang kulit bertajuk 'Ampak-Ampak Wirata' dipentaskan oleh dalang muda berbakat, Ki Tedi Hidayat Usman Arifin.
Pagelaran wayang ini dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia dan mengenang hari jadi lama Kabupaten Banjarnegara, sebelum berubah menjadi 26 Februari.
Acara berlangsung semalam suntuk dan dibuka dengan lomba tumpeng antar-RT, doa bersama, serta sambutan dari sejumlah tokoh pemerintahan.
Kepala Desa Banjarkulon, Hudi Susilo menegaskan, bahwa wayangan ini bukan sekadar tontonan, tetapi bentuk penghormatan terhadap sejarah lokal.
"Wayangan ini untuk mengenang sejarah Watulembu sebagai cikal bakal Banjarnegara. Sekaligus meriahkan HUT RI dengan nilai budaya," ujar Hudi.
Wayang kulit dengan lakon 'Ampak-Ampak Wirata' yang dibawakan Ki Tedi mampu menyentuh emosi penonton. Lakon ini mengangkat kisah perjuangan dan nilai-nilai luhur dalam kepemimpinan.
Penampilan turut disemarakkan oleh pelawak Ciblek dan Gareng, serta Sanggar Seni Satria Laras yang membawakan kesenian pembuka.
Sementara itu, Sekda Banjarnegara Indarto mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan akar sejarah Banjarkulon.
"Kirab hari jadi Banjarnegara selalu dimulai dari Banjarkulon, karena di sinilah sejarah kabupaten lama bermula," katanya.
Ia juga menyinggung perubahan tanggal hari jadi Banjarnegara yang sebelumnya 22 Agustus, kini menjadi 26 Februari berdasarkan kajian sejarah terbaru.
Doa bersama yang dipimpin H. Iqbal Amar menambah khidmat suasana, dengan harapan Banjarnegara terhindar dari musibah dan penyakit.
Sejumlah tokoh hadir dalam gelaran ini, antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan Riatmojo Pontjo Nugroho, Kabag Pemerintahan Setda Muhammad Muiz Rahardjon, Kepala Disparbud serta Plt Camat Banjarmangu.