Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Tanpa Jazz Atas Awan, DCF 2025 Tampilkan Simfoni Orkestra di Tengah Kabut Dieng

Penampilan Orkestra Simfoni Prawita dari Yogyakarta di gelara DCF tahun 2025. (Ari Sunandar/diswayjateng)

Banjarnegara — Gelaran tahunan Dieng Culture Festival (DCF) kembali hadir di jantung Dataran Tinggi Jawa Tengah. DCF ke-15 resmi dibuka pada Sabtu (23/8/2025) di Venue Candi Gatotkaca, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Dengan tema 'Back to the Culture', DCF tahun ini tampil lebih sederhana, namun sarat nilai dan makna budaya.


Pembukaan festival ditandai dengan bunyi khas permainan tradisional otok-otok oleh Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana bersama Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI dan jajaran pejabat daerah.


"DCF tahun ini kami gelar lebih sederhana, tapi justru lebih fokus pada nilai budaya. Jazz Atas Awan untuk sementara dipisahkan agar tidak mendominasi," ujar Amalia.


DCF 2025 menandai perubahan penting, yaitu tidak hadirnya Jazz Atas Awan. Festival musik yang selama ini menjadi magnet wisatawan itu digantikan dengan penampilan lebih elegan dan kontemplatif, yakni Orkestra Simfoni Prawita dari Yogyakarta.


"Sebanyak 60 musisi mempersembahkan simfoni klasik yang membelah dinginnya malam Dieng. Ini pengalaman musikal yang baru dan berkesan," ujar Amalia.


Pertunjukan orkestra yang dipusatkan di Lapangan Pandawa menjadi salah satu momen paling emosional dan menyentuh dalam sejarah DCF. Penonton tak hanya disuguhi musik berkualitas, tetapi juga suasana magis khas Dieng yang menyelimuti panggung.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penerbangan ribuan lampion, menghadirkan visual spektakuler di langit malam yang berkabut.


Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Kemenpar RI, Eni Komiarti mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan DCF yang telah berlangsung selama 15 tahun. Menurutnya, festival ini menjadi salah satu contoh event budaya yang mengedepankan nilai-nilai tradisi, seni pertunjukan, dan pelestarian identitas lokal.


"DCF selaras dengan program Karisma Event Nusantara (KEN). Meski tahun ini tidak mendaftar, kami yakin DCF akan kembali terdaftar tahun depan," ungkap Eni.


Kemenpar juga mendorong wisata bersih dan berkelanjutan, agar setiap event pariwisata tidak hanya meriah, tapi juga ramah lingkungan.


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, Tursiman, rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak pagi hari dengan Aksi Dieng Bersih, yang melibatkan komunitas lokal dalam membersihkan area wisata.


"DCF ini menjadi ajang kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha untuk memajukan ekonomi dan pariwisata daerah," ujar Tursiman.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube