Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Perjuangkan Nasib, 72 Guru Honorer di Wonosobo Ngadu ke Wakil Rakyat

AUDIENSI - Forum Guru Honorer R3 Wonosobo menggelar audiensi dengan Komisi D DPRD Wonosobo.

Wonosobo — Sebanyak 72 guru honorer R3 di Wonosobo hingga kini masih memperjuangan nasibnya. Salah satunya dengan ngadu ke wakil rakyat, forum guru honorer ini menggelar audiensi ke Komisi D DPRD Wonosobo.


Nasib 72 guru honorer ini belum mendapatkan kepastian, karena belum berhasil lolos dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahun 2024.


Seperti disampaikan Ketua Forum Guru Honorer R3 Subehan Mugiyono, hingga kini belum ada kepastian teknis dari pemerintah pusat terkait skema pengangkatan P3K paruh waktu.


Subehan menambahkan, masih banyak guru honorer yang belum tercover setelah tes CASN P3K, lantaran kalah dalam perengkingan.


Disebutkannya, guru honorer di Wonosobo masih banyak yang tidak lolos padahal pengabdian sudah lama.


Pihaknya berharap pemerintah daerah tidak diam dan segera membantu mengawal proses tersebut hingga tuntas.


Ketua Komisi D DPRD Wonosobo Suwondo Yudhistiro mengaku pihaknya memahami keresahan yang dirasakan para guru honorer.


Namun ia mengingatkan agar mereka tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Pada prinsipnya pemkab siap melaksanakan teknis kebijakan kepegawaian,'' ujarnya. Namun, karena ini urusan pusat, pihaknya masih menunggu ketentuan lebih lanjut.


''Sampai saat ini belum ada juknis terkait pengangkatan P3K paruh waktu, termasuk skema penggajiannya,” jelasnya.


Pihaknya juga meminta agar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo memastikan validitas dan keamanan data para guru honorer yang belum lolos seleksi, karena data tersebut akan menjadi dasar untuk proses rekrutmen berikutnya.


Database harus benar-benar dikawal agar tidak tercecer atau berubah. ''Saya juga mengimbau para guru untuk mulai menyiapkan kelengkapan administratif,'' katanya.


Pasalnya, siapa tahu sewaktu-waktu ada tes lanjutan untuk P3K paruh waktu.


Suwondo juga mengingatkan para guru agar waspada terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi palsu atau menawarkan janji tanpa dasar hukum yang jelas.


Gelombang kekecewaan memang sempat mencuat dari kalangan guru honorer yang merasa belum mendapat kejelasan pasca kegagalan dalam seleksi P3K tahun ini.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube