Banjarnegara — Ratusan jamaah memadati Aula Pesantren Al-Fatah, Parakancanggah, Banjarnegara, dalam acara pengukuhan Idarah Syu’biyyah JATMAN Banjarnegara yang dirangkaikan dengan pengajian Ta’dhim Maulid Nabi Muhammad SAW.
Acara ini tak hanya menjadi bentuk spiritualitas umat, namun juga sekaligus mengukuhkan kepemimpinan baru Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdiyyah (JATMAN) di tingkat kabupaten.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banjarnegara, KH Zahid Khasani S.Ag, turut mengisi acara melalui pembacaan manaqib kubro, sebuah tradisi keagamaan yang meneguhkan nilai-nilai tasawuf dalam amalan Ahlussunnah wal Jama’ah.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari meneruskan perjuangan para pendiri Nahdliyin. Sudah sepantasnya kita melanjutkan cita-cita mereka dalam menjaga ajaran dan nilai-nilai Islam," kata KH Zahid.
Pengukuhan JATMAN Banjarnegara dipimpin oleh KH Dzikron Abdullah, dan dihadiri sejumlah tokoh agama serta perwakilan pemerintah daerah. Momen ini menjadi penanda dimulainya periode kepengurusan baru Idarah Syu’biyyah, yang akan memegang peran penting dalam pengembangan dakwah tasawuf di Banjarnegara.
Mewakili Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, Sekretaris Daerah Indarto, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan ini. Ia menyebut pengukuhan JATMAN sebagai momentum penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat yang plural.
"Sebagai bagian dari NU, JATMAN memiliki peran strategis menjaga kemurnian ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. Kami berharap kepengurusan yang baru dapat menjadi penggerak utama dakwah tasawuf yang rahmatan lil ‘alamin," ujar Indarto.
Selain prosesi pengukuhan, acara juga dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang menjadi ruang refleksi spiritual atas keteladanan Nabi dalam membangun peradaban umat. Pengajian Ta’dhim Maulid ini menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini juga menegaskan posisi pesantren sebagai pusat dakwah dan penguatan nilai-nilai Islam tradisional yang berpijak pada tasawuf, fikih, dan akidah yang moderat.
Pengukuhan JATMAN Banjarnegara sekaligus menjadi bentuk sinergi antara struktur keagamaan dan pemerintah daerah dalam membina masyarakat. Dengan peran dakwah yang inklusif, JATMAN dinilai mampu berkontribusi pada ketahanan sosial keagamaan yang harmonis.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berharap kepengurusan JATMAN yang baru dapat memperluas jangkauan dakwahnya, menjaga ajaran Islam yang moderat, serta memperkuat basis keagamaan berbasis pesantren dan komunitas thariqah.