Banjarnegara — Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan bencana dan sistem keamanan lingkungan, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Apel Satkamling di Alun-alun Banjarnegara. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana, bersama Kapolres AKBP Mariska Fendi Susanto dan Dandim 0704 Letkol Czi Teguh Prasetyanto.
Apel diikuti sekitar 700 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, hingga masyarakat. Fokus utama apel ini adalah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana serta meningkatkan deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Bupati Amalia menyatakan bahwa kesiapsiagaan bencana Banjarnegara perlu terus ditingkatkan karena secara geografis, 70 persen wilayah Banjarnegara merupakan zona merah rawan bencana. Wilayah ini kerap menghadapi ancaman tanah longsor, banjir, dan gempa bumi.
"Kami melalui BPBD terus melakukan mitigasi agar kejadian bencana bisa ditekan. Pencegahan harus dimulai dari sekarang," ujar Bupati Amalia usai apel.
Menurut Bupati, apel ini juga menjadi sinyal kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi cuaca ekstrem yang kerap terjadi menjelang akhir tahun. Apalagi, menurut laporan BMKG, curah hujan diprediksi meningkat di beberapa wilayah Jawa Tengah.
Selain aspek kebencanaan, apel juga menekankan pentingnya penguatan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling). Sistem ini, menurut Bupati, merupakan wujud gotong royong masyarakat yang tidak bisa hanya dibebankan pada TNI dan Polri.
"Keamanan harus dilakukan bersama, mulai dari lingkungan terkecil, yaitu RT dan RW. Pengaktifan kembali Siskamling penting untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan kewaspadaan bersama," jelasnya.
Kapolres Banjarnegara, AKBP Mariska Fendi Susanto, menyatakan pihaknya telah memerintahkan Bhabinkamtibmas dan seluruh Polsek untuk menggencarkan kembali kegiatan Satkamling di tiap wilayah.
"Kami juga sudah lakukan patroli dan kunjungan rutin ke pos Satkamling. Setiap malam kita bergiliran memberi imbauan ke warga agar aktif menjaga lingkungannya," katanya.
Dalam apel tersebut, seluruh perangkat keamanan, termasuk TNI, Polri, BPBD, dan Damkar, turut memamerkan kesiapan peralatan siaga bencana. Ini mencakup kendaraan operasional, alat evakuasi, serta sistem komunikasi darurat.
Menurut Kapolres Mariska, koordinasi lintas sektor sangat penting mengingat tantangan yang dihadapi bersifat multidimensi.
"Kami sudah berkoordinasi dengan semua instansi, termasuk camat dan kepala desa. Ini bagian dari upaya terpadu menghadapi berbagai potensi bencana dan gangguan kamtibmas," pungkasnya.