Kebumen — Pemerintah Kabupaten Kebumen mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,9 miliar untuk proyek rehabilitasi drainase Jalan Sukarno dan Sugiono, yang mencakup kawasan dari Tugu Walet hingga Jalan Sugiono. Proyek ini dirancang untuk mengatasi genangan air di kawasan perkotaan, yang kerap terjadi saat musim hujan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kebumen, Joni Hernawan menyampaikan, bahwa proyek yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2025, dengan dukungan Dana Alokasi Umum (DAU), telah menunjukkan progres yang signifikan.
"Total anggaran sebesar Rp3.937.509.000 digunakan untuk memperbaiki drainase yang selama ini menjadi sumber genangan. Progres hingga saat ini sudah mencapai 64 persen, jauh di atas target waktu 26 persen," ujar Joni.
Dengan progres 64 persen per akhir September 2025, proyek ini diperkirakan akan selesai lebih cepat dari jadwal semula, yaitu 12 Desember 2025. Pekerjaan saat ini difokuskan pada pembesian, pemasangan begisting, dan pengecoran saluran, dengan pekerjaan utama seperti pemasangan box culvert hampir rampung.
Langkah percepatan ini dinilai krusial agar sistem drainase baru dapat berfungsi optimal sebelum musim hujan, mengingat kawasan ini menjadi salah satu titik banjir di kota.
"Kami upayakan agar sistem drainase sudah bisa diuji coba sebelum hujan deras mulai turun," tambah Joni.
Salah satu komponen penting dari proyek rehabilitasi drainase Jalan Sukarno dan Sugiono Kebumen adalah perubahan arah aliran air. Bila sebelumnya aliran air dari kawasan tersebut menuju Kali Bakung, kini akan dialihkan ke Sungai Lukulo, yang memiliki kapasitas tampung lebih besar.
Perubahan ini diharapkan dapat mengurangi beban sistem drainase lama dan secara signifikan menekan risiko banjir lokal.
Joni menyebut bahwa proyek ini adalah bagian dari pengembangan sistem drainase berbasis kawasan. Pembangunan saluran utama di Jalan Sukarno dan Sugiono akan diintegrasikan dengan rencana lanjutan yang mencakup beberapa titik banjir lainnya.
"Untuk tahun ini, fokus pada saluran utama yang mengarah ke Sungai Lukulo. Tahun-tahun berikutnya akan dilanjutkan dengan jaringan yang tersambung ke area lainnya," ujarnya.
Proyek ini juga merupakan bagian dari upaya sistematis Pemkab Kebumen dalam menghadapi perubahan iklim dan intensitas hujan yang semakin tidak menentu.