Kebumen — Sebanyak 98 pelajar yang sempat diamankan karena terlibat dalam kerusuhan saat unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kebumen, akhirnya dipertemukan dengan orang tua mereka yang diselenggarakan oleh Polres Kebumen bersama Forkopimda.
Dalam pertemuan itu, satu per satu anak yang sebagian besar masih berseragam sekolah, memeluk erat orang tuanya. Sebagian di antara mereka tak kuasa menahan air mata. Ada yang bersimpuh, menangis, dan meminta maaf. Momen itu menjadi simbol penyesalan sekaligus harapan akan masa depan yang lebih baik.
Kapolres Kebumen, AKBP Eka Baasith Syamsuri menjelaskan, bahwa para pelajar tersebut tidak akan diproses hukum lebih lanjut. Mereka akan dikembalikan kepada orang tua dan mendapat pendampingan psikologis serta pembinaan lanjutan di sekolah.
"Sebagian besar mereka masih berstatus pelajar SMP dan SMA. Mereka mengaku hanya ikut-ikutan, ada juga yang terpengaruh video kerusuhan yang beredar di media sosial," kata Kapolres.
Ia mengimbau agar para pelajar tidak mudah tersulut oleh informasi provokatif yang beredar secara bebas, terutama di media sosial.
"Kami minta tidak ada lagi anak-anak yang mudah dihasut. Kasihan orang tua mereka. Kita semua harus jadi pelindung generasi muda," tegas AKBP Eka Baasith.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menyampaikan rasa prihatin dan kecewa terhadap aksi yang merusak fasilitas umum.
"Ibu sedih. Seharusnya kita jaga Kebumen bersama. Anak-anak kita harusnya jadi pelopor perubahan positif, bukan justru ikut merusak," ujarnya.
Bupati menegaskan pentingnya peran pendidikan dan keluarga dalam membangun karakter anak. Ia juga meminta agar sekolah dan orang tua lebih intensif dalam memantau pergaulan dan aktivitas anak, termasuk di dunia maya.