Kebumen — Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Gedung DPRD Kebumen pada, Sabtu sore 30/08/2025, berakhir dengan ricuh. Insiden terjadi setelah massa mahasiswa membubarkan diri.
Kericuhan justru dipicu oleh kelompok pelajar tingkat SMA, yang disebut-sebut tergabung dalam kelompok anarko. Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith menyatakan, bahwa aksi mahasiswa sebenarnya berjalan kondusif hingga selesai.
"Alhamdulillah, aksi mahasiswa sebenarnya berlangsung cukup tertib. Tidak ada tindakan provokatif dari mereka. Namun, setelah mereka selesai, datang kelompok anak-anak sekolah, pelajar SMA, khususnya yang tergabung dalam kelompok anarko. Mereka inilah yang memicu aksi menjadi ricuh," ujarnya.
Kericuhan ditandai dengan pelemparan batu ke arah aparat keamanan dan ke gedung DPRD. Namun, tidak terjadi kerusakan berat maupun pembakaran fasilitas umum.
Aparat gabungan yang terdiri dari 350 personel Polri dan TNI langsung mengambil langkah pengamanan dan berhasil mengendalikan situasi.
"Kami bersama jajaran Polres, Kodim, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD berhasil mengamankan gedung DPRD. Pada pukul 18.30 WIB, massa berhasil kami bubarkan dengan pasukan gabungan," kata Kapolres.
Meskipun massa sudah dipukul mundur, aparat masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi potensi kerusuhan lanjutan.
"Kami tidak akan menganggap remeh situasi. Kendali keamanan tetap kami jaga hingga benar-benar kondusif," tegasnya.
Lebih lanjut, AKBP Eka Baasith mengajak masyarakat Kebumen untuk tidak terpengaruh isu dari luar wilayah yang berpotensi memicu keresahan.
"Kami prihatin atas insiden-insiden yang terjadi di wilayah lain. Kebumen harus tetap adem, ayem, dan kondusif," ujarnya.
Kapolres juga mengingatkan bahwa pelibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa, terlebih dalam kerangka anarkisme, harus menjadi perhatian serius semua pihak, termasuk sekolah dan orang tua.