Kebumen — 67 pelajar di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, diduga keracunan makanan program makan bergizi gratis (MBG), Kamis siang 25 September 2025. Para pelajar yang berasal dari dua sekolah itu mengalami gejala mual, muntah, dan pusing setelah menyantap menu soto.
Dugaan keracunan makanan program MBG ini menimpa siswa Madrasah Wathoniyah Islamiyah (MWI) dan SDN Tegalretno. Berdasarkan data yang diperoleh diswayjateng.com pada, Jumat 26 September 2025, sedikitnya ada 67 siswa yang terdampak. Mereka adalah 41 siswa MWI dan 26 siswa SDN Tegalretno.
Peristiwa dugaan keracunan makanan program MBG ini mulai dialami para siswa Kamis sore. Tepatnya beberapa jam setelah para siswa mengonsumsi menu yang disediakan sekolah.
Menu utama yang disantap adalah soto ayam. Gejala awalnya, mereka pusing dan mual, kemudian disusul muntah.
"Saya makan siang soto, tapi mulai pusing sore. Malamnya langsung dibawa ke puskesmas," kata Abdurohman, salah seorang pelajar yang terdampak.
Akibat kejadian dugaan keracunan makanan program MBG tersebut, para siswa dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Karena jumlahnya cukup banyak, mereka dibagi ke dua lokasi, yakni PKU Muhammadiyah Petanahan dan Puskesmas Petanahan.
Kepala Puskesmas Petanahan, dr R. Sunarko Slamet menjelaskan pihaknya harus menyesuaikan penanganan, karena keterbatasan fasilitas.
"Ruangan kami tidak cukup, hanya ada 10 bed. Kami manfaatkan aula untuk perawatan," ujarnya pada, Jumat 26 September 2025.
Para pelajar yang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis itu terlihat lemas dan sebagian harus dipasangi infus. Meski demikian, kondisi sebagian besar siswa mulai membaik setelah mendapatkan penanganan medis.
Hingga kini, penyebab pasti dari dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis tersebut masih dalam penyelidikan. Namun, berdasarkan keterangan beberapa siswa dan tenaga kesehatan, gejala muncul setelah mengonsumsi soto yang menjadi bagian dari program MBG.
"Secara umum, kondisi mereka mulai membaik. Kami masih pantau terus dan melakukan observasi," pungkasnya.