Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Warga Protes Pembangunan Dapur SPPG di Tengah Akses Jalan, Polisi Turun Tangan

Warga menggelar aksi proses pembangunan Dapur SPPG yang berada di tengah akses jalan.

Pekalongan — Puluhan warga Dukuh Galangwolu, Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, memprotes pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berdiri di tengah akses jalan alternatif yang biasa digunakan warga.


Aksi protes tersebut akhirnya difasilitasi oleh Polsek Wonopringgo melalui mediasi bersama pemerintah kecamatan, pengembang, dan pemilik lahan.


Protes bermula dari keluhan warga Perumahan Reyhan dan Dukuh Galangwolu yang mendapati jalan tembusan mereka tertutup akibat pembangunan dapur SPPG di atas lahan pribadi. Selama ini, jalan tersebut menjadi jalur darurat dan penghubung utama bagi pejalan kaki serta kendaraan kecil menuju jalan utama desa.


Salah satu perwakilan warga, Rina, menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak program pemerintah maupun proyek SPPG, namun kecewa karena penutupan jalan dilakukan tanpa sosialisasi sebelumnya.


“Kami hanya ingin jalan yang selama ini digunakan warga dibuka kembali. Kami mendukung pembangunan, asal akses warga tidak dikorbankan,” ujarnya.


Menanggapi protes warga, Polsek Wonopringgo bersama pemerintah kecamatan segera menggelar mediasi di aula Balai Desa Galangpengampon, Selasa (21/10/2025) pukul 10.30 WIB. Pertemuan dihadiri sekitar 100 orang, terdiri dari unsur warga, perangkat desa, pengembang, pemilik lahan, serta aparat TNI dan Polri.


Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Wonopringgo Sigit Kurniawan, Kapolsek Wonopringgo Iptu Adhi Agung P, Danramil Wonopringgo Lettu Inf Eko Sulistyo, Kepala Desa Galangpengampon Wildan, pemilik lahan Akbar, serta pengembang Fahmi.


Dalam sambutannya, Camat Sigit mengingatkan pentingnya semangat mencari solusi bersama.


"Hari ini bukan soal siapa yang menang atau kalah. Kami hadir untuk mendengar, mencatat, dan mencari titik temu. Harapan kami semua bisa legowo menerima hasil musyawarah,” ucapnya.


Sementara Kapolsek Wonopringgo Iptu Adhi Agung menyebut mediasi berlangsung kondusif dan menghasilkan kesepakatan.

"Harapan warga sudah tersampaikan, dan alhamdulillah melalui musyawarah ini telah ditemukan titik temu yang bisa diterima bersama,” ungkapnya.


Menanggapi tuntutan warga, pengembang SPPG Fahmi menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap semua usulan, termasuk opsi relokasi apabila tidak tercapai kesepakatan.


“Kami hanya pengelola. Kalau memang tidak bisa dilanjutkan di lokasi ini, kami siap membuka opsi relokasi,” katanya.


Sementara itu, pemilik lahan Akbar akhirnya menyetujui pemberian akses jalan bagi warga sekitar.


Setelah melalui proses dialog panjang, disepakati bahwa pemilik lahan menyediakan akses jalan selebar 4 meter dengan panjang 23 meter untuk digunakan warga sebagai jalur umum. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam berita acara resmi dan ditandatangani semua pihak yang hadir.


Sebelum mediasi, warga menggelar aksi damai dengan membawa tiga spanduk berisi aspirasi, di antaranya:


“Kami warga Dukuh Galangwolu dan Perumahan Reyhan menolak adanya penutupan akses jalan tembusan dari Perumahan Reyhan ke Dukuh Pengampon.”


“Kami mendukung program MBG, kami hanya minta akses jalan untuk warga.”


Seluruh kegiatan berlangsung aman dan tertib dengan pengamanan personel Polri dan TNI. Proyek pembangunan dapur SPPG tersebut diketahui berada di bawah Yayasan Karina Sekar Wangi, beralamat di Desa Karangdowo, Kecamatan Kedungwuni, dengan pemilik bernama Fahmi.



Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube