Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Wacana Car Free Night (CFN) di Kota Tegal Dikritik, DPRD Minta Dikaji Ulang

PUSAT - Kawasan Alun-alun Tegal rencananya akan menjadi kawasan Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD) yang ditambah harinya. (dok.)

TEGAL — Rencana penerapan Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD) di Kota Tegal terus menuai pro kontra. Kali ini giliran wakil masyarakat, yang duduk di Gedung Utara alias DPRD.


Sebagaimana narasi yang berkembang, Car Free Night akan digelar pada Jumat dan Sabtu malam. Sedangkan Car Free Day (CFD) pada Sabtu dan Minggu pagi di sepanjang Kawasan Alun-alun dan Jalan Pancasila.


Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal Sutari meminta rencana tersebut dikaji ulang. “Rekomendasi kami agar dikaji ulang terlebih dulu.”


Sutari tak menampik sebelumnya menerima aduan dari sejumlah pelaku usaha yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Kawasan Alun-alun Tegal (P2KAT). Mereka menyampaikan keluhan itu usai menenui Ketua DPRD, Kusnendro.


Kepada Komisi III, baik pelaku usaha maupun penghuni rumah di sekitar mengaku merasa dirugikan apabila rencana tersebut diterapkan. 


Sutari yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan belum pernah membahas secara spesifik terkait itu. Kepada Dinas Perhubungan, Komisi III pernah memberikan saran terkait parkir yang semrawut.


Karena itu, secepatnya akan memanggil Dinas Perhubungan untuk mendengarkan rencana tersebut. “Jika informasinya belum siap, maka kami akan merekom untuk ditunda dulu,” sebut Sutari. 


Turut menerima para pelaku usaha bersama Sutari, Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra Sisdiono menambahkan, jangan buru-buru menerapkan rencana tersebut. “Jangan tergesa-gesa. Kami meminta Car Fee Night ditunda dan dikaji ulang,” sebut Sisdiono.  

Sementara itu, Anggota Komisi III dari Fraksi PKS Ali Mashuri mengaku kaget dengan rencana akan diterapkannya CFN dan CFD. Beberapa masyarakat menyoroti terbatasnya ruang gerak kendaraan, terutama kendaraan darurat jika rencana tersebut diterapkan.


Selain itu, perlu dipikirkan pula dampak terhadap warga sekitar. “Misalnya, warga yang menyelanggarakan hajatan,” sebut Ali.


Diketahui, pelaku usaha menyatakan menolak keras apabila Car Free Night hari pada Jumat dan Sabtu malam dan Car Free Day pada Sabtu pagi. Salah satu alasanya, karena pelaku usaha akan dirugikan.


Sebab, Alun-Alun Tegal dan Jalan Pancasila ditutup dan menyebabkan sepinya pengunjung dinilai akan mematikan dunia usaha yang ada di sana. “Dibuka saja sudah nyungsep ekonominya,” jelas Ketua P2KAT Anis Yuslam Dahda.


Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Perhubungan berencana menerapkan Car Free Night pada Jumat malam dan Sabtu malam mulai pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB.


Selain itu, juga berencana menerapkan Car Free Day atau hari bebas kendaraan bermotor, tidak hanya pada Minggu pagi, namun juga Sabtu pagi mulai pukul 05.00 WIB hingga 10.00 WIB, seperti Car Free Day yang selama ini sudah dilaksanakan setiap Minggu pagi. 


Selama Car Free Night dan Car Free Day berlangsung, pedagang dilarang berjualan di sepanjang Jalan Pancasila dan Alun-Alun Tegal. Hanya pedagang yang menggunakan bangunan atau ruko yang diperbolehkan berjualan.


Sedangkan untuk odong-odong, juga dilarang beroperasi setiap hari. Namun untuk skuter, diperbolehkan beroperasi pada saat Car Free Night dan Car Free Day dilaksanakan.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube