Pekalongan — PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengubah pendekatan edukasi kesehatan menjadi lebih hidup, interaktif, dan menyentuh akar persoalan.
Perusaha di bidang infrastruktur telekomunikasi itu membuat format baru MONIK (Mobil Klinik) dengan konsep 3P yaitu Pola Hidup Sehat, Pola Konsumsi Sehat, dan Pola Sanitasi Sehat.
Program ini digelar serempak di tiga provinsi: Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah, sebagai uji lapangan terhadap efektivitas pendekatan baru tersebut.
Di Pekalongan, tepatnya di Kecamatan Kedungwuni, simulasi fokus pada Pola Konsumsi Sehat.
Ratusan perempuan dari berbagai RT hadir dengan antusias, terutama saat masuk sesi cooking challenge yang mengandalkan bahan pangan lokal.
“Program seperti ini sangat membantu ibu-ibu di sini untuk bisa memasak makanan bergizi dengan bahan yang ada di sekitar kita,” ujar Munafah, Ketua Muslimat NU Kecamatan Kedungwuni dalam keterangannya, Selasa 24 Juni 2025.
Ia menambahkan bahwa tantangan memasak sehat bukan hanya edukatif, tetapi membuat peserta mudah mengingat pesan gizi.
Konsep Pola Konsumsi Sehat ini tidak sekadar menyodorkan teori nutrisi.
Warga dibimbing langsung cara mengenali sumber gizi murah meriah dari lingkungan, menyusunnya dalam menu harian, dan tetap menjaga cita rasa.
Sementara itu, dua pilar lainnya, Pola Hidup Sehat dan Pola Sanitasi Sehat, juga tak kalah penting.
Materi hidup sehat disampaikan dengan pendekatan praktis, termasuk tips aktivitas ringan harian dan pentingnya istirahat cukup.
Untuk sanitasi, warga dilatih menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, termasuk perbaikan infrastruktur sanitasi dasar.
Lie Si An, Chief of Business Support Officer TBIG, menegaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar tempelan program CSR.
“Simulasi ini kami lakukan untuk menjamin kelancaran dan efektivitas implementasi program,” ucapnya tegas.
Ia menjelaskan bahwa format baru ini juga membuka ruang partisipasi lebih luas dari masyarakat.
Tak hanya PKK dan kader Posyandu, program ini menggandeng Puskesmas, kepala dusun, hingga tokoh agama agar pesan kesehatan menancap kuat.
“Kolaborasinya akan lebih kuat lagi,” tambah Lie.
Mulai Agustus nanti, TBIG akan menerapkan format ini secara luas di 80 titik wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Tak cuma edukasi, TBIG juga menyiapkan bantuan makanan bergizi untuk memastikan warga tak hanya tahu tapi juga bisa praktik langsung.
Agar pelaksanaan di lapangan berjalan mulus, TBIG menggandeng Filantra sebagai mitra implementasi yang sudah berpengalaman.
Simulasi di Pekalongan ini jadi semacam uji tempur.
Jika berhasil, pendekatan ini bisa menjadi cetak biru baru dalam pelaksanaan edukasi kesehatan di tingkat komunitas.
Terbukti, edukasi yang menyenangkan dan membumi mampu menyalakan kembali semangat warga untuk hidup sehat dengan cara mereka sendiri.