BATANG — Para orangtua murid yang kehabisan kuota jalur domisili bisa mendaftar sekolah menengah pertama (SMP) Negeri di luar wilayahnya.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo.
"SMP Negeri kalau memang jalur prestasi bisa ke luar wilayah, kalau domisili tidak bisa. Ada tambahan poin kalau punya piagam tingkat provinsi atau nasional,"katanya, Selasa 24 Juni 2025.
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk SMPN berlangsung secara daring atau online.
Para orangtua murid bisa mendaftar sekaligus memantau pergerakan jurnal nilai melalui situs batang.spmb.id atau situs masing-masing sekolah.
Ia menyebut SPMB negeri yang melaksanakan SPMB online 47 sekolah dari 51 sekolah.
Sisanya empat sekolah terkendala sinyal menyelenggarakan SPMB luring atau offline yaitu SMPN 4 bawang, SMPN 4 Blado, SMPN 4 Reban, dan SMPN 3 Wonotunggal.
“Jadi yang punya kemampuan akademik maupun non-akademik bisa tetap bersaing, walaupun tidak tinggal dekat sekolah,” imbuhnya.
Jalur domisili, dulu namanya zonasi, yang sebelumnya 60 persen, menjadi 40 persen.
Menurutnya, penurunan ini dilakukan agar siswa yang tidak tinggal dekat sekolah tetap memiliki peluang yang lebih besar untuk diterima melalui jalur lain seperti afirmasi dan prestasi.
Bambang menjelaskan bahwa jalur afirmasi kini mendapat porsi minimal 20 persen dari total kuota.
Sementara itu, jalur prestasi juga diberikan ruang yang cukup besar, yakni minimal 35 persen.