BATANG — Kuota jalur domisili dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun ajaran 2025/2026 di Kabupaten Batang ludes terisi di hari kedua.
SPMB Kabupaten Batang dimulai sejak Senin 23 Juni 2025 hingga Rabu 25 Juni 2025.
Sejumlah orangtua murid pun memilih mendaftarkan anaknya di luar wilayah tempat tinggalnya melalui jalur prestasi.
"Tadinya saya daftar SMPN 3 Batang, tapi kuota domisilinya sudah habis. Jadi saya ke SMPN 1 Batang lewat jalur prestasi," kata Sugiarti warga Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang, Selasa 24 Juni 2025.
Ia menyebut anaknya yang lulusan SDN Proyonanggan 14 tidak keberatan mendaftar di SMPN 1 Batang yang lebih jauh.
Sugiarti pun berasalan memilih mengadu nilai anaknya di SMPN 1 Batang karena nilai masih mencukupi.
Pada pantauannya yang terakhir, nilai anaknya masih bisa masuk di dalam daftar jalur prestasi SMPN 1 Batang.
"Kalau coba masuk di jalur prestasi di SMPN 3 Batang nilai anak saya tidak cukup. Moga-moga tidak terpental lagi, jadi gak harus cari sekolah lain," jelasnya.
Rastra (13), lulusan SD Negeri Denasri Kulon 2, juga mendaftarkan diri di SMPN 1 Batang.
Ia mendaftar melalui jalur perpindahan tugas atau mutasi orangtua.
"Iya, lewat jalur kerja orangtua. Kalau saya memang inginnya di SMPN 1 Batang, biar bisa berangkat bareng teman-teman,"katanya di lorong sekolah.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMPN 1 Batang, Tikwo Hardono membenarkan bahwa kuota jalur domisili sudah habis sejak hari pertama.
Lalu untuk jalur afirmasi dan mutasi tidak terisi penuh.
"Jadi yang masih bersaing itu jalur prestasi. Kuota tersisa dari jalur afirmasi dan mutasi itu pindah ke jalur prestasi," tuturnya.
Tikwo mengakui bahwa SPMB tahun ini lebih nyaman dibanding sebelumnya.
Ia menyebut tidak ada lagi kuota yang hilang ketika afirmasi tidak terpenuhi 20 persen.
"Lebih nyaman yang tahun ini, karena lebih proporsional, tidak ada yang hilang," jelasnya.
Di sisi lain Kepala SMPN 3 Batang Budiyatmaka juga menyebut bahwa kuota domisili di sekolahnya sudah habis.
"Kuota domisili 40 persen sudah habis kemarin. Lalu kuota afirmasi dan perpindahan tugas yang tidak terpenuhi sudah otomatis ke prestasi," jelasnya.