BATANG — Menyambut tahun ajaran baru 2025/2026, bantuan seragam sekolah gratis Batang menjadi kabar gembira bagi ribuan orang tua.
Pemerintah Kabupaten Batang di bawah kepemimpinan Bupati M. Faiz Kurniawan dan Wakil Bupati Suyono resmi menggelontorkan bantuan seragam sekolah gratis untuk seluruh peserta didik baru jenjang SD dan SMP negeri.
Namun ada catatan penting, seragam bantuan sekolah gratis di Batang itu tidak bisa langsung dipakai saat hari pertama masuk sekolah.
Pasalnya, proses pengadaan masih berjalan dan diserahkan ke masing-masing sekolah bekerja sama dengan penjahit atau UMKM lokal.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, memastikan bahwa bantuan seragam sekolah Batang diberikan ke semua siswa baru SD dan SMP negeri.
“Kalau dulu hanya untuk siswa miskin, sekarang untuk semua siswa baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP,” ujarnya, Selasa 1 Juli 2025.
Tapi ia menegaskan, seragam itu tidak serta-merta bisa dipakai langsung karena pengadaan melibatkan UMKM penjahit sekitar sekolah.
Bambang memahami keresahan sebagian orang tua yang khawatir anaknya tidak bisa memakai seragam di awal masuk sekolah.
“Kalau yang SMP pakai seragam SD dulu nggak masalah. Yang SD pakai baju bebas asal rapi. Nanti setelah seragam bantuan jadi, bisa langsung dipakai,” jelasnya.
Bagi orang tua yang mampu, disarankan membeli satu stel seragam sendiri terlebih dahulu.
“Nanti yang dari pemerintah bisa jadi cadangan. Biasanya beli dua, cukup beli satu saja,” imbuhnya.
Bantuan seragam sekolah Batang tahun ini bernilai Rp125 ribu untuk siswa SD dan Rp150 ribu untuk siswa SMP.
Total anggaran yang digelontorkan Pemkab Batang mencapai Rp4,5 miliar dari Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
Bambang menegaskan, pengadaan tidak dipusatkan di dinas, tapi diatur langsung oleh sekolah masing-masing dengan menggandeng UMKM lokal.
Ada pesan tegas dari Bupati M. Faiz Kurniawan, agar seragam dibuat oleh penjahit lokal.
“Misalnya sekolahnya di Kecamatan Bawang, ya bikinlah di UMKM sekitar Bawang. Jangan sampai belinya di luar kecamatan, apalagi lintas kabupaten,” tandas Bambang.
Langkah ini tidak hanya untuk meringankan beban pendidikan, tapi juga mendorong ekonomi mikro di setiap kecamatan di Batang.
Bantuan diberikan berupa satu stel seragam wajib — merah-putih untuk SD dan biru-putih untuk SMP.
Untuk seragam batik dan pramuka, masih menjadi tanggung jawab masing-masing orang tua.
Mekanismenya, setelah data jumlah siswa baru masuk, sekolah akan memesan ke penjahit lokal yang sudah mereka pilih.
Dengan kebijakan ini, Pemkab Batang ingin menunjukkan bahwa bantuan pendidikan bisa sejalan dengan pemberdayaan ekonomi lokal.
Seragam sekolah gratis tidak hanya membantu para orang tua, tapi juga menghidupkan bisnis penjahit, UMKM, dan pelaku usaha kecil di setiap sudut desa